Wednesday, June 15, 2022
Disfungsi Seksual Pada Wanita
Apakah disfungsi seksual?
Yaitu keadaan dimana seorang wanita memiliki gangguan dengan aktivitas seksualnya.
Macam disfungsi seksual pada wanita:
1.Desire disorder : yaitu jika seorang wanita tak tertarik sama sekali untuk melakukan kegiatan seksual atau hanya ada sedikit hasrat walaupun ada rangsangan seksual yang kuat.
2.Arousal disorder yaitu jika seorang wanita tak dapat merasakan sensasi seksual walaupun ada rangsangan pada tubuhnya. Atau ada rangsangan tetapi tidak dapat bertahan lama.
3.Organic disorder yaitu keadaan dimana ada keinginan dan hasrat seksual tetapi tidak dapat mencapai orgasme atau bahkan merasa kesakitan saat mendekati orgasme.
4.Seksual pain disorder yaitu merasakan sakit saat melakukan hubungan seksual.
Penyebab dari gangguan ini sangat bermacam macam. Dapat karena gangguan fisik maupun psikis. Diantaranya adalah :
1.Pengaruh obat-obatan, missal KB, kemoterapi
2.Penyakit, missal diabetes , hipertensi
3.Infeksi vagina
4.Peminum alcohol
5.Depresi
6.Masalah keluarga
7. KDRT
Hal yang sering mempengaruhi hasrat seksual menurun diantaranya adalah Kehamilan, laktasi, dan menopause. Selain itu factor kecapaian akibat kerja juga berpengaruh terhadap penurunan hasrat seksual.
Penanganan
Penanganan tergantung dari causanya.
1. jika karena kebosanan maka dapat dicoba dengan melakukan perubahan rutinitas seksual. Jika biasanya dilakukan pada malam hari, maka dapat dicoba pagi hari atau siang hari dengan waktu yang berubah – ubah. Bisa juga dengan mencari atau mencoba “variasi” posisi baru.
2. Pada kasus arousal disorder, gangguana biasanya disebabkan karena keringnya vagina, sehingga lubrikasi saat berhubungan seksual kurang optimal. Hal ini dapat diatasi dengan pemakaian cream vagina atau sexual lubricant. Pada kasus menopause dapat memakai cream estrogen.
3. Pada kasus orgasme problem, hal yang harus diatasi pertama kali adalah tentang psikisnya. Kondisi relaks harus tercipta sebelum melakukan aktivitas seksual. Cara lain untuk mengatasi orgasme disorder adalah melakukan lebih banyak “foreplay” sebelum terjadi penetrasi. Melakukan stimulasi terhadap clitoris juga dianjurkan untuk mencapai orgasme, bahkan bias dipakai vibrator sebagai alat bantu, namun vibrator ini bukan pilihan utama. Cara lain adalah dengan masturbasi, namun hal ini masih terbentur masalah moral religius.
4. Untuk mengatasi masalah pain during sex atau rasa sakit selama hubungan seksual dapat dicoba dengan mencoba “gaya” lain yang dirasa nyaman untuk wanita. Biasanya posisi wanita diatas akan dappat menghilangkan rasa sakit selama hubungan seksual,. Hal ini karena pada posisi diatas, wanita dapat mengontrol penetrasi penis terhadap vagina baik intensitasnya, arah gerakan maupun kekuatannya. Wanita yang memiliki masalah pain during sexs sebaiknya mengosongkan kandung kemihnya sebelum berhubungan (BAK). Tetapi pada beberapa wanita, justru menahan BAK saat akan melakukan hubungan seksual, karena akan mampu mempercepat pencapaian orgasme.
5. Pada kasus pain during seks karena menopause atau post operasi angkat kandungan, maka hormone estrogen akan dapat membantu, juga cream lubricant.
6. Beberapa cara untuk meningkatkan aktivitas seksual diantaranya adalah dengan :
Viagra hati –hati efek samping
Fantasi selama hubungan seksual
Kenali G-spot anda dan pasangan
Hilangkan rasa sungkan untuk mengatakan “lebih cepat” atau “lebih keras” pada pasangan anda saat G spot anda disentuh
Latihan kegel dan relaksasi
Kejujuran pada pasangan tentang keinginan anda untuk melakukan variasi posisi
semoga membantu
Monday, October 29, 2012
MAKANAN TAMBAHAN PASIEN HEMODIALISA
Makanan tambahan pasien Hemodialisa
Pasien yang menjalani cuci darah 75% mengalami gangguan nutrisi. gangguan ini disebabkan beberapa hal, diantaranya yaitu asupan yang tidak adekuat dan terbuangnya vitamin dan protein saat menjalani sesi hemodialisa.
Asupan makan tidak adekuat diantaranya karena pasien masih sering merasakan mual dan muntah. jika ureum kretinin meningkat, maka efek mual muntah akan semakin meningkat. Kemudian adanya gastropati juga menyebabkan pasien sulit untuk menghabiskan diit yang seharusnya dikonsumsi karena mengalami gejala perih, mual dan eneg saat makan. pasien CKD yang menjalani sesihemodialisa terkadang tiodak mendapatkan informasi pola makan yang benar. Saat mereka mengalami CKD stage 1-4 dan belum menjalani hemodialisa, maka diit yang dikonsumsi adalah rendah protein (0,8 mg/kgbb). sedangkan jika sudah menjalani terapi hemodialisa konsumsi protein mereka adalah 1,2 mg/kgbb. Hal ini juga yang menyebabkan pasien mengalami mal nutrisi.
Berdasarkan pengalaman ini maka ada beberapa upaya menambah asupan protein dan vitamin dari pasien. Ada beberapa produk dari PT Kalbe Farma, PT Konimex dan Herbalife yang kami kombinasikan , dan ternyata dapat meningkatkan derajat kesehatan dan derajat nutrisi pasien. Pasien tampak lebih cerah bergairah, kadar Hb meningkat, berat badan stabil. Namun kendala selalu ada , terutama mengenai nominal harga yang harus ditebus untuk mendapatkan perbaikan kesehatan. Tetapi jika kesehatan yang menjadi tujuan utama, maka nominal bisa di nomor duakan. Konsultasikan dengan dokter Hemodialisa anda. http://www.facebook.com/wawan.eko
Pasien yang menjalani cuci darah 75% mengalami gangguan nutrisi. gangguan ini disebabkan beberapa hal, diantaranya yaitu asupan yang tidak adekuat dan terbuangnya vitamin dan protein saat menjalani sesi hemodialisa.
Asupan makan tidak adekuat diantaranya karena pasien masih sering merasakan mual dan muntah. jika ureum kretinin meningkat, maka efek mual muntah akan semakin meningkat. Kemudian adanya gastropati juga menyebabkan pasien sulit untuk menghabiskan diit yang seharusnya dikonsumsi karena mengalami gejala perih, mual dan eneg saat makan. pasien CKD yang menjalani sesihemodialisa terkadang tiodak mendapatkan informasi pola makan yang benar. Saat mereka mengalami CKD stage 1-4 dan belum menjalani hemodialisa, maka diit yang dikonsumsi adalah rendah protein (0,8 mg/kgbb). sedangkan jika sudah menjalani terapi hemodialisa konsumsi protein mereka adalah 1,2 mg/kgbb. Hal ini juga yang menyebabkan pasien mengalami mal nutrisi.
Berdasarkan pengalaman ini maka ada beberapa upaya menambah asupan protein dan vitamin dari pasien. Ada beberapa produk dari PT Kalbe Farma, PT Konimex dan Herbalife yang kami kombinasikan , dan ternyata dapat meningkatkan derajat kesehatan dan derajat nutrisi pasien. Pasien tampak lebih cerah bergairah, kadar Hb meningkat, berat badan stabil. Namun kendala selalu ada , terutama mengenai nominal harga yang harus ditebus untuk mendapatkan perbaikan kesehatan. Tetapi jika kesehatan yang menjadi tujuan utama, maka nominal bisa di nomor duakan. Konsultasikan dengan dokter Hemodialisa anda. http://www.facebook.com/wawan.eko
Kolesterol 'Baik' Tidak Selalu Baik
author : K. Tatik Wardayati
Banyak dipercaya, untuk mencegah penyakit jantung
koroner, seseorang perlu memperhatikan kondisi kolesterol darah di dalam
tubuh. Kita kemudian mengenal apa yang disebut kolesterol "baik" dan
kolesterol "jahat".
Kolesterol "baik" dalam bentuk high density lipoprotein (HDL) dipercaya mampu menetralkan lawannya, kolesterol "jahat" yang berupa low density lipoprotein (LDL). LDL berasal dari otot jantung dan dikenal sebagai pembawa risiko penyakit jantung koroner.
Upaya pencegahan penyakit jantung koroner pun mengindahkan hukum baik-buruk tadi. Misalnya, seseorang dianjurkan tidak meminum obat tertentu yang secara langsung dapat menurunkan kadar kolesterol. Sebab, lipoprotein dalam darah yang selama ini disebut masyarakat sebagai kolesterol sebenarnya kolesterol total, gabungan kolesterol "jahat", kolesterol "baik", dan kolesterol-kolesterol lainnya.
Sementara, risiko penyakit jantung koroner tidak hanya disebabkan tingginya kadar kolesterol total, tapi juga rasio kolesterol total dibandingkan dengan kadar kolesterol "baik". Jika jumlah kolesterol "baik" terlampau kecil, risiko datangnya penyakit jantung koroner menjadi lebih tinggi.
Jika kita main hantam kromo dengan menelan obat-obatan penurun kadar kolesterol, dikhawatirkan ada kolesterol "baik" ikut jadi korban. Padahal mereka dibutuhkan untuk mengurangi risiko penyakit jantung koroner.
Para peneliti juga pernah melakukan pengujian biokimia perihal dua molekul "baik" dan "jahat" itu. Hasilnya, mereka memang menemukan adanya "cara kerja" yang berseberangan. Meski kedua molekul sama-sama bekerja mengangkut kolesterol, arah yang mereka tuju ternyata berlawanan. "Si jahat" membawa kolesterol menuju pembuluh darah koroner, berbaur, dan tumbuh menjadi kepingan yang berpotensi memicu sakit jantung koroner.
Sebaliknya, "si baik" mengangkut kolesterol keluar dari pembuluh darah, mengangkatnya menuju hati, kemudian membuangnya seperti kita membuang sampah. Kabarnya, satu molekul baik HDL sanggup menumbangkan satu molekul jahat LDL. Tapi itu cerita masa lalu. Sekali lagi, masa lalu.
Dr. Daniel Rader yang melakukan penelitian paling akhir ternyata mulai meragukan peran penting kolesterol "baik" itu. "Masalahnya tak sesederhana itu," kata peneliti kolesterol di Universitas Pennsylvania, AS ini. "Benar, HDL tinggi memang menguntungkan, tapi tidak membuatnya mutlak melindungi dan membuat tubuh kebal terhadap penyakit jantung koroner," jelasnya.
Rader memberi contoh sejumlah pasiennya. "Mereka punya HDL tinggi, tapi tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Ujung-ujungnya, mereka juta terserang penyakit jantung," imbuh Rader, seraya menambahkan, "Makanya saya benar-benar tidak habis mengerti, jika pengobatan untuk menurunkan tingginya jumlah LDL, ditundah hanya karena HDL-nya tinggi juga."
Untuk menyembuhkan pasien jantung koronernya, Rader kini mulai mengesampingkan peran sang kolesterol "baik". Dia betul-betul berkonsentrasi pada upaya mengusir kolesterol buruk. Soalnya, menghilangkan kolesterol "jahat" butuh usaha yang jauh lebih besar ketimbang memperbanyak kolesterol "baik. Kolesterol "jahat" hanya bisa dikurangi lewat upaya medis.
Sedangkan kolesterol "baik" bisa ditingkatkan dengan pola hidup sehat, tidak merokok, berolahraga teratur, menjaga berat badan dan pola makan, serta mengonsumsi vitamin dalam buah dan sayur yang kaya antioksidan. Tingkat HDL rata-rata untuk pria biasanya 40 - 50 mg/dl, sedangkan wanita 50 - 60 mg/dl.
Di Amerika Serikat, jika kolesterol "buruk" seseorang masih sekitar atau mendekati 100 mg/dl, masih dibilang aman. Tapi jika mencapai 100 - 129 mg/dl, sudah masuk kategori di atas angka optimal.
Terakhir, kalau peningkatannya jauh lebih pesat, sampai di atas 130 mg/dl, sebaiknya berhati-hati, karena sudah kelewat tinggi. Apalagi jika kadar kolesterol "baik"-nya juga lebih kecil. Atau, jumlah sama, tapi seperti disitir Rader, cuma bisa "menonton"dari kejauhan.
Kesehatan bisa di upayakan dari pengaturan berat badan. Atur berat badan anda supaya tetap sehat, seimbang karbohidrat, vitamin dan mineral. Salah satu ciri tubuh yang sehat adalah mempunyai proporsi dan berat tubuh ideal. Segera hubungi dokter anda untuk mengatur berat badan anda.. http://www.facebook.com/wawan.eko
Kolesterol "baik" dalam bentuk high density lipoprotein (HDL) dipercaya mampu menetralkan lawannya, kolesterol "jahat" yang berupa low density lipoprotein (LDL). LDL berasal dari otot jantung dan dikenal sebagai pembawa risiko penyakit jantung koroner.
Upaya pencegahan penyakit jantung koroner pun mengindahkan hukum baik-buruk tadi. Misalnya, seseorang dianjurkan tidak meminum obat tertentu yang secara langsung dapat menurunkan kadar kolesterol. Sebab, lipoprotein dalam darah yang selama ini disebut masyarakat sebagai kolesterol sebenarnya kolesterol total, gabungan kolesterol "jahat", kolesterol "baik", dan kolesterol-kolesterol lainnya.
Sementara, risiko penyakit jantung koroner tidak hanya disebabkan tingginya kadar kolesterol total, tapi juga rasio kolesterol total dibandingkan dengan kadar kolesterol "baik". Jika jumlah kolesterol "baik" terlampau kecil, risiko datangnya penyakit jantung koroner menjadi lebih tinggi.
Jika kita main hantam kromo dengan menelan obat-obatan penurun kadar kolesterol, dikhawatirkan ada kolesterol "baik" ikut jadi korban. Padahal mereka dibutuhkan untuk mengurangi risiko penyakit jantung koroner.
Para peneliti juga pernah melakukan pengujian biokimia perihal dua molekul "baik" dan "jahat" itu. Hasilnya, mereka memang menemukan adanya "cara kerja" yang berseberangan. Meski kedua molekul sama-sama bekerja mengangkut kolesterol, arah yang mereka tuju ternyata berlawanan. "Si jahat" membawa kolesterol menuju pembuluh darah koroner, berbaur, dan tumbuh menjadi kepingan yang berpotensi memicu sakit jantung koroner.
Sebaliknya, "si baik" mengangkut kolesterol keluar dari pembuluh darah, mengangkatnya menuju hati, kemudian membuangnya seperti kita membuang sampah. Kabarnya, satu molekul baik HDL sanggup menumbangkan satu molekul jahat LDL. Tapi itu cerita masa lalu. Sekali lagi, masa lalu.
Dr. Daniel Rader yang melakukan penelitian paling akhir ternyata mulai meragukan peran penting kolesterol "baik" itu. "Masalahnya tak sesederhana itu," kata peneliti kolesterol di Universitas Pennsylvania, AS ini. "Benar, HDL tinggi memang menguntungkan, tapi tidak membuatnya mutlak melindungi dan membuat tubuh kebal terhadap penyakit jantung koroner," jelasnya.
Rader memberi contoh sejumlah pasiennya. "Mereka punya HDL tinggi, tapi tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Ujung-ujungnya, mereka juta terserang penyakit jantung," imbuh Rader, seraya menambahkan, "Makanya saya benar-benar tidak habis mengerti, jika pengobatan untuk menurunkan tingginya jumlah LDL, ditundah hanya karena HDL-nya tinggi juga."
Untuk menyembuhkan pasien jantung koronernya, Rader kini mulai mengesampingkan peran sang kolesterol "baik". Dia betul-betul berkonsentrasi pada upaya mengusir kolesterol buruk. Soalnya, menghilangkan kolesterol "jahat" butuh usaha yang jauh lebih besar ketimbang memperbanyak kolesterol "baik. Kolesterol "jahat" hanya bisa dikurangi lewat upaya medis.
Sedangkan kolesterol "baik" bisa ditingkatkan dengan pola hidup sehat, tidak merokok, berolahraga teratur, menjaga berat badan dan pola makan, serta mengonsumsi vitamin dalam buah dan sayur yang kaya antioksidan. Tingkat HDL rata-rata untuk pria biasanya 40 - 50 mg/dl, sedangkan wanita 50 - 60 mg/dl.
Di Amerika Serikat, jika kolesterol "buruk" seseorang masih sekitar atau mendekati 100 mg/dl, masih dibilang aman. Tapi jika mencapai 100 - 129 mg/dl, sudah masuk kategori di atas angka optimal.
Terakhir, kalau peningkatannya jauh lebih pesat, sampai di atas 130 mg/dl, sebaiknya berhati-hati, karena sudah kelewat tinggi. Apalagi jika kadar kolesterol "baik"-nya juga lebih kecil. Atau, jumlah sama, tapi seperti disitir Rader, cuma bisa "menonton"dari kejauhan.
Kesehatan bisa di upayakan dari pengaturan berat badan. Atur berat badan anda supaya tetap sehat, seimbang karbohidrat, vitamin dan mineral. Salah satu ciri tubuh yang sehat adalah mempunyai proporsi dan berat tubuh ideal. Segera hubungi dokter anda untuk mengatur berat badan anda.. http://www.facebook.com/wawan.eko
Sunday, October 28, 2012
Proteinuria as a marker of CKD Severity (Stage 3 orc4 before Renal Replacement Therapi)
The role of proteinuria in the progression to kidney failuire has been well established, and the severity of renal disease is positively correlated with the level of proteinuria. More recenly, several studies have shown that proteinuria is also one of the most important and independent factor of cardiovascular morbidity and mortality.
A lowering effect of proteinuria by 58% due to adherence to marked protein-restricted diet has been reported by Di Iorio et al. A proaspective, randomized, controled, crosover trial evaluated the terapetic efficacy of a keto/amino acid supplemented VLPD in comparison with an LPD in a group[ ohf CKD patient (stage 4 or 5) exhibiting a persistent proteinuria higher than 3 g/day. This study demonstrated that a keto/amino acid supplemented VLPD reduce both proteinuria and serum advanced glycation end product- even in the presence of complete inhibition of the renin-angiotensin system in patien with moderate to advanced CKDand severe proteinurtia.
A study by Chang at al. investigated whether keto/amino acid suplementatioan during an LPD retards progession of CKD and maintain nutritional status in nutritionally well-trained CKD patyients.A group of 120 diabetic and nondiabetic CKD (stage 3 or 4) patients were assignedto asn LPD alone or to a Ketosteril -supplemented LPD for 6 months. The author showed that keto/amino acid supplementation in additional to LPDs delyaed the progression of CKD without deteriorating nutritiopnal status, and patiens with diabetees or those with a better nutritional status showed a greater likelihood of beneffiting from the diet.
Even if dialisis is a well-established life-saving therapy, it is associated with a high economic burden and clinically severe complication-especially in elderli patients (age>70 year). additionally, health and economic benefit could derive from postponing dialysis treatment by the implementation of a VLPD supplemented with keto/ amino acids (sVLPD). A randomized controlled clinical trial performed by Brunori et al. has shown that elderly stage 5 CKD patients on sVLPDs were able to delay the initiation of dialysis for 1 year, on average, with no negative consequence with respect to morbidity an mortality. By using this data, a recent analysis aimed to estimetae and compare cost and benefits of dialysis versus sVLPD treatmentfrom the perspective of the italian National health Service in elderly patients effected by stage 5 CKD. data of 57 patients with non diabetic CKD (gromelural filtration rate: 5 to 7 mL/mnt/1.73m2) were analyzed with respect to costs for dialysis treatment and hospitalization by using the diagnosis-related group tariffts 9e.g vascular/peritoneal acces/complications), drugs, laboratory/instrumental tests,medical visitsand cost of patientn's travel for a period of 3.2 year. The opportunity to safely postpone initiation of dialysis of 1 year/patient, on average, translated into an economic benefit to the National Health Service, corresponding to 21,180$/patient in the first, 6,500$/patient in the second and 683$/patient in the third year of treatmen
Sunday, September 9, 2012
MINUM TEH
Sejak dulu minum teh di kabarkan banyak memberikan manfaat bagi kesehatan. Teh memang telah terbukti memiliki nilai antioksidan yang cukup baik. Teh juga memiliki zat diuretik, sehingga bagus untuk kesehatan ginjal.
namun ada yang luput dari penilaian minum teh ini. Ternyata berdasarkan beberapa penelitian, minum teh dalam kondisi dingin ( Es Teh) memiliki nilai negatif. Minum teh dalam kondisi dingin (es teh ), akan meningkatkan resiko batu ginjal. Teh dalam keadaan dingin akan mengendapkan ca oksalat yang merupakan cikal bakal terbentuknya batu ginjal ca oksalat. Sebaiknya teh diminum dalam keadaan hangat.
Bagaimana dengan anda? masih ingin mengkonsumsi es teh setelah makan soto dan bakso?
Sejak dulu minum teh di kabarkan banyak memberikan manfaat bagi kesehatan. Teh memang telah terbukti memiliki nilai antioksidan yang cukup baik. Teh juga memiliki zat diuretik, sehingga bagus untuk kesehatan ginjal.
namun ada yang luput dari penilaian minum teh ini. Ternyata berdasarkan beberapa penelitian, minum teh dalam kondisi dingin ( Es Teh) memiliki nilai negatif. Minum teh dalam kondisi dingin (es teh ), akan meningkatkan resiko batu ginjal. Teh dalam keadaan dingin akan mengendapkan ca oksalat yang merupakan cikal bakal terbentuknya batu ginjal ca oksalat. Sebaiknya teh diminum dalam keadaan hangat.
Bagaimana dengan anda? masih ingin mengkonsumsi es teh setelah makan soto dan bakso?
Friday, December 16, 2011
PEMBENTUKAN KREATININ
from: labkesehatan.blogspot.com
Kreatinin merupakan produk penguraian keratin. Kreatin disintesis di hati dan terdapat dalam hampir semua otot rangka yang berikatan dengan dalam bentuk kreatin fosfat (creatin phosphate, CP), suatu senyawa penyimpan energi. Dalam sintesis ATP (adenosine triphosphate) dari ADP (adenosine diphosphate), kreatin fosfat diubah menjadi kreatin dengan katalisasi enzim kreatin kinase (creatin kinase, CK). Seiring dengan pemakaian energi, sejumlah kecil diubah secara ireversibel menjadi kreatinin, yang selanjutnya difiltrasi oleh glomerulus dan diekskresikan dalam urin.
Jumlah kreatinin yang dikeluarkan seseorang setiap hari lebih bergantung pada massa otot total daripada aktivitas otot atau tingkat metabolisme protein, walaupun keduanya juga menimbulkan efek. Pembentukan kreatinin harian umumnya tetap, kecuali jika terjadi cedera fisik yang berat atau penyakit degeneratif yang menyebabkan kerusakan masif pada otot.
Prosedur
Jenis sampel untuk uji kreatinin darah adalah serum atau plasma heparin. Kumpulkan 3-5 ml sampel darah vena dalam tabung bertutup merah (plain tube) atau tabung bertutup hijau (heparin). Lakukan sentrifugasi dan pisahkan serum/plasma-nya. Catat jenis obat yang dikonsumsi oleh penderita yang dapt meningkatkan kadar kreatinin serum. Tidak ada pembatasan asupan makanan atau minuman, namun sebaiknya pada malam sebelum uji dilakukan, penderita dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi daging merah.
Kadar kreatinin diukur dengan metode kolorimetri menggunakan spektrofotometer, fotometer atau analyzer kimiawi.
Nilai Rujukan
DEWASA : Laki-laki : 0,6-1,3 mg/dl. Perempuan : 0,5-1,0 mg/dl. (Wanita sedikit lebih rendah karena massa otot yang lebih rendah daripada pria).
ANAK : Bayi baru lahir : 0,8-1,4 mg/dl. Bayi : 0,7-1,4 mg/dl. Anak (2-6 tahun) : 0,3-0,6 mg/dl. Anak yang lebih tua : 0,4-1,2 mg/dl. Kadar agak meningkat seiring dengan bertambahnya usia, akibat pertambahan massa otot.
LANSIA : Kadarnya mungkin berkurang akibat penurunan massa otot dan penurunan produksi kreatinin.
Masalah Klinis
Kreatinin darah meningkat jika fungsi ginjal menurun. Oleh karena itu kreatinin dianggap lebih sensitif dan merupakan indikator khusus pada penyakit ginjal dibandingkan uji dengan kadar nitrogen urea darah (BUN). Sedikit peningkatan kadar BUN dapat menandakan terjadinya hipovolemia (kekurangan volume cairan); namun kadar kreatinin sebesar 2,5 mg/dl dapat menjadi indikasi kerusakan ginjal. Kreatinin serum sangat berguna untuk mengevaluasi fungsi glomerulus.
Keadaan yang berhubungan dengan peningkatan kadar kreatinin adalah : gagal ginjal akut dan kronis, nekrosis tubular akut, glomerulonefritis, nefropati diabetik, pielonefritis, eklampsia, pre-eklampsia, hipertensi esensial, dehidrasi, penurunan aliran darah ke ginjal (syok berkepanjangan, gagal jantung kongestif), rhabdomiolisis, lupus nefritis, kanker (usus, kandung kemih, testis, uterus, prostat), leukemia, penyakit Hodgkin, diet tinggi protein (mis. daging sapi [kadar tinggi], unggas, dan ikan [efek minimal]).
Obat-obatan yang dapat meningkatkan kadar kreatinin adalah : Amfoterisin B, sefalosporin (sefazolin, sefalotin), aminoglikosid (gentamisin), kanamisin, metisilin, simetidin, asam askorbat, obat kemoterapi sisplatin, trimetoprim, barbiturat, litium karbonat, mitramisin, metildopa, triamteren.
Penurunan kadar kreatinin dapat dijumpai pada : distrofi otot (tahap akhir), myasthenia gravis.
Untuk menilai fungsi ginjal, permintaan pemeriksaan kreatinin dan BUN hampir selalu disatukan (dengan darah yang sama). Kadar kreatinin dan BUN sering diperbandingkan. Rasio BUN/kreatinin biasanya berada pada kisaran 12-20. Jika kadar BUN meningkat dan kreatinin serum tetap normal, kemungkinan terjadi uremia non-renal (prarenal); dan jika keduanya meningkat, dicurigai terjadi kerusakan ginjal (peningkatan BUN lebih pesat daripada kreatinin). Pada dialisis atau transplantasi ginjal yang berhasil, urea turun lebih cepat daripada kreatinin. Pada gangguan ginjal jangka panjang yang parah, kadar urea terus meningkat, sedangkan kadar kreatinin cenderung mendatar, mungkin akibat akskresi melalui saluran cerna.
Rasio BUN/kreatinin rendah (<12)>20) dengan kreatinin normal dijumpai pada uremia prarenal, diet tinggi protein, perdarahan saluran cerna, keadaan katabolik. Rasio BUN/kreatinin tinggi (>20) dengan kreatinin tinggi dijumpai pada azotemia prarenal dengan penyakit ginjal, gagal ginjal, azotemia pascarenal.
Faktor yang Dapat Mempengaruhi Hasil Laboratorium
Prosedur
Jenis sampel untuk uji kreatinin darah adalah serum atau plasma heparin. Kumpulkan 3-5 ml sampel darah vena dalam tabung bertutup merah (plain tube) atau tabung bertutup hijau (heparin). Lakukan sentrifugasi dan pisahkan serum/plasma-nya. Catat jenis obat yang dikonsumsi oleh penderita yang dapt meningkatkan kadar kreatinin serum. Tidak ada pembatasan asupan makanan atau minuman, namun sebaiknya pada malam sebelum uji dilakukan, penderita dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi daging merah.
Kadar kreatinin diukur dengan metode kolorimetri menggunakan spektrofotometer, fotometer atau analyzer kimiawi.
Nilai Rujukan
DEWASA : Laki-laki : 0,6-1,3 mg/dl. Perempuan : 0,5-1,0 mg/dl. (Wanita sedikit lebih rendah karena massa otot yang lebih rendah daripada pria).
ANAK : Bayi baru lahir : 0,8-1,4 mg/dl. Bayi : 0,7-1,4 mg/dl. Anak (2-6 tahun) : 0,3-0,6 mg/dl. Anak yang lebih tua : 0,4-1,2 mg/dl. Kadar agak meningkat seiring dengan bertambahnya usia, akibat pertambahan massa otot.
LANSIA : Kadarnya mungkin berkurang akibat penurunan massa otot dan penurunan produksi kreatinin.
Masalah Klinis
Kreatinin darah meningkat jika fungsi ginjal menurun. Oleh karena itu kreatinin dianggap lebih sensitif dan merupakan indikator khusus pada penyakit ginjal dibandingkan uji dengan kadar nitrogen urea darah (BUN). Sedikit peningkatan kadar BUN dapat menandakan terjadinya hipovolemia (kekurangan volume cairan); namun kadar kreatinin sebesar 2,5 mg/dl dapat menjadi indikasi kerusakan ginjal. Kreatinin serum sangat berguna untuk mengevaluasi fungsi glomerulus.
Keadaan yang berhubungan dengan peningkatan kadar kreatinin adalah : gagal ginjal akut dan kronis, nekrosis tubular akut, glomerulonefritis, nefropati diabetik, pielonefritis, eklampsia, pre-eklampsia, hipertensi esensial, dehidrasi, penurunan aliran darah ke ginjal (syok berkepanjangan, gagal jantung kongestif), rhabdomiolisis, lupus nefritis, kanker (usus, kandung kemih, testis, uterus, prostat), leukemia, penyakit Hodgkin, diet tinggi protein (mis. daging sapi [kadar tinggi], unggas, dan ikan [efek minimal]).
Obat-obatan yang dapat meningkatkan kadar kreatinin adalah : Amfoterisin B, sefalosporin (sefazolin, sefalotin), aminoglikosid (gentamisin), kanamisin, metisilin, simetidin, asam askorbat, obat kemoterapi sisplatin, trimetoprim, barbiturat, litium karbonat, mitramisin, metildopa, triamteren.
Penurunan kadar kreatinin dapat dijumpai pada : distrofi otot (tahap akhir), myasthenia gravis.
Untuk menilai fungsi ginjal, permintaan pemeriksaan kreatinin dan BUN hampir selalu disatukan (dengan darah yang sama). Kadar kreatinin dan BUN sering diperbandingkan. Rasio BUN/kreatinin biasanya berada pada kisaran 12-20. Jika kadar BUN meningkat dan kreatinin serum tetap normal, kemungkinan terjadi uremia non-renal (prarenal); dan jika keduanya meningkat, dicurigai terjadi kerusakan ginjal (peningkatan BUN lebih pesat daripada kreatinin). Pada dialisis atau transplantasi ginjal yang berhasil, urea turun lebih cepat daripada kreatinin. Pada gangguan ginjal jangka panjang yang parah, kadar urea terus meningkat, sedangkan kadar kreatinin cenderung mendatar, mungkin akibat akskresi melalui saluran cerna.
Rasio BUN/kreatinin rendah (<12)>20) dengan kreatinin normal dijumpai pada uremia prarenal, diet tinggi protein, perdarahan saluran cerna, keadaan katabolik. Rasio BUN/kreatinin tinggi (>20) dengan kreatinin tinggi dijumpai pada azotemia prarenal dengan penyakit ginjal, gagal ginjal, azotemia pascarenal.
Faktor yang Dapat Mempengaruhi Hasil Laboratorium
- Obat tertentu (lihat pengaruh obat) yang dapat meningkatkan kadar kreatinin serum.
- Kehamilan
- Aktivitas fisik yang berlebihan
- Konsumsi daging merah dalam jumlah besar dapat mempengaruhi temuan laboratorium.
Sunday, May 22, 2011
INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK)
Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Merupakan infeksi bakteri yang terjadi pada urethra (urethritis), kandung kemih (sistitis), ureter (uretritis), atau ginjal (pielonefritis). Saluran kemih dapat terinfeksi dari atas dimana bakteri masuk kedalam ginjal melalui aliran darah yang masuk ke ginjal. atau dari bawah dimana bakteri masuk dari urethra.
Merupakan infeksi bakteri yang terjadi pada urethra (urethritis), kandung kemih (sistitis), ureter (uretritis), atau ginjal (pielonefritis). Saluran kemih dapat terinfeksi dari atas dimana bakteri masuk kedalam ginjal melalui aliran darah yang masuk ke ginjal. atau dari bawah dimana bakteri masuk dari urethra.
Kebanyakan ISK berasal dari saluran kemih bagian bawah (kandung kemih dan urethra) dan jika tidak diterapi dengan tepat akan menyebabkan infeksi saluran kemih bagian atas (ureter dan ginjal).
Jenis ISK yang paling sering dijumpai adalah sistitis (kandung kemih). Biasanya sistitis terjadi pada wanita setelah melakukan hubungan seksual, dimana bakteri masuk ke kandung kemih melalui uretra. Sebanyak 90% kasus sistitis disebabkan oleh escheriscia coli yaitu bakteri yang secara normal berada di dalam colon atau rektum.
Uretritis ( infeksi pada uretra) menimbulkan gejala-gejala yang mirip dengan gejala sistitis. Pada beberapa kasus, bakteri dapat mencapai saluran kemih bagian atas lalu menyebabkan infeksi ginjal (pielonefritis). Terapi harus segera diberikan karena dapat menyebabkan gangguan penurunan fungsi ginjal, terutama pada pasien lanjut usia atau yang mempunyai kekebalan tubuh rendah. Wanita memiliki resiko untuk terkena ISK karena memiliki uretra lebih pendek dan posisinya lebih dekat dengan anus. Faktor resiko yang meningkatkan ISK pada wanita adalah hubungan seksual yang tidak aman (berganti pasangan atau tanpa pelindung), migrasi bakteri dari anus, pengosongan kandung kemih yang tidak tuntas, atau gangguan fungsi organ saluran kemih.
Faktor lain yang menyebabkan resiko ISK adalah kehamilan, obstruksi saluran kemih dan virulensi bakteri. Jenis bakteri penyebab infeksi saluran kemih adalah: staphylococcus saprophyticus, chlamidia trachomatis, dan mycoplasma hominis.
Lakukan pengobatan dengan cepat dan tepat untuk mencegah infeksi ginjal yang dapat menyebabkan gagal ginjal.
Lakukan pengobatan dengan cepat dan tepat untuk mencegah infeksi ginjal yang dapat menyebabkan gagal ginjal.
Tuesday, March 8, 2011
tahukah anda
Keunikan rambut liang telinga
Banyak orang tidak menyadari kalo didalam liang telinga terdapat rambut halus yang merupakan penjaga kebersihan yang setia. Sebagian orang rambut liang telinganya rusak atau habis karena perlakuan yang salah. Sering kali mereka membersihkan liang telinga dengan kapas telinga (cotton bud ) dengan teknik dan ukuran kapas yang salah. Rambut halus didalam telinga akan rusak, patah atau tercabut jika kita membersihkan dengan cotton bud dengan teknik yang salah. Sering cotton bud diputar putar lama sekali dan di tekan tekan. Hal ini akan menyebabkan rambut liang telinga rontok.
Lebih parah lagi terjadi pada orang yang membersihkan liang telinga dengan ranting, lidi atau bulu ayam. Resiko infeksi liang telinga akan semakin besar.
Tahukah anda?
Bahwa rambut liang telinga akan menyaring udara yang masuk ke dalam telinga. Rambut ini juga akan secara otomatis mendorong kot0ran telinga keluar. Pada orang dengan rambut liang telinga masih bagus, terkadang akan terkejut takala ada kotoran telinga yang "loncat" keluar dari dalam telinga secara tiba-tiba. Hal ini bagus untuk kesehatan telinga kita, karena rambut telinga masih bagus dan mampu mendorong kotoran keluar dari telinga.
Untuk itu, perlakukan telinga kita dengan baik dan benar.
Banyak orang tidak menyadari kalo didalam liang telinga terdapat rambut halus yang merupakan penjaga kebersihan yang setia. Sebagian orang rambut liang telinganya rusak atau habis karena perlakuan yang salah. Sering kali mereka membersihkan liang telinga dengan kapas telinga (cotton bud ) dengan teknik dan ukuran kapas yang salah. Rambut halus didalam telinga akan rusak, patah atau tercabut jika kita membersihkan dengan cotton bud dengan teknik yang salah. Sering cotton bud diputar putar lama sekali dan di tekan tekan. Hal ini akan menyebabkan rambut liang telinga rontok.
Lebih parah lagi terjadi pada orang yang membersihkan liang telinga dengan ranting, lidi atau bulu ayam. Resiko infeksi liang telinga akan semakin besar.
Tahukah anda?
Bahwa rambut liang telinga akan menyaring udara yang masuk ke dalam telinga. Rambut ini juga akan secara otomatis mendorong kot0ran telinga keluar. Pada orang dengan rambut liang telinga masih bagus, terkadang akan terkejut takala ada kotoran telinga yang "loncat" keluar dari dalam telinga secara tiba-tiba. Hal ini bagus untuk kesehatan telinga kita, karena rambut telinga masih bagus dan mampu mendorong kotoran keluar dari telinga.
Untuk itu, perlakukan telinga kita dengan baik dan benar.
Friday, March 4, 2011
KANDIDIASIS
Kandidiasis yaitu suatu keadaan terinfeksinya jaringan dan mukosa oleh jamur. Jamur yang berperan disini adalah jenis kandida. Jamur kandida merupakan organisme yang normal didapati disaluran pencernaan. Tetapi pada keadaan tertentu dimana daya tahan tubuh sedang menurun, maka kandida ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan berupa infeksi oleh kandida. Infeksi seperti ini dinamakan infeksi oportunistik.
Dengan menurunnya daya tahan tubuh, maka pertumbuhan kandida ini akan berlebihan sampai menimbulkan plak plak putih yang melekat pada dinding rongga mulut, langit langit, kerongkongan dan lidah, keadaan ini disebut kandidiasis. plak plak ini mudah dilepaskan dari perlekattannya, seringakli meninggalkan luka bahkan retak retak pada sudut mulut. Hal ini akan menimbulkan rasa perih dan nyeri pada saat berbicara maupun proses mengunyah dan menelan. Orang lebih sering menyebutnya sebagai sariawan.
Dengan menurunnya daya tahan tubuh, maka pertumbuhan kandida ini akan berlebihan sampai menimbulkan plak plak putih yang melekat pada dinding rongga mulut, langit langit, kerongkongan dan lidah, keadaan ini disebut kandidiasis. plak plak ini mudah dilepaskan dari perlekattannya, seringakli meninggalkan luka bahkan retak retak pada sudut mulut. Hal ini akan menimbulkan rasa perih dan nyeri pada saat berbicara maupun proses mengunyah dan menelan. Orang lebih sering menyebutnya sebagai sariawan.
Tuesday, March 1, 2011
TRANPLANTASI GINJAL DAN KESEHATAN MULUT
Pasien yang menjalani transplantasi organ/cangkok organ termasuk cangkok ginjal akan mudah mengalami gangguan kesehatan gigi dan mulut. Gangguan kesehatan mulut dan gigi ini merupakan efek samping dari pengobatan yang dilakukan pasca transplantasi.
Berikut ini beberapa hal yang dapat kami uraikan untuk membantu pasien transplantasi ginjal agar tetap sehat.
Pemeriksaan gigi sebelum transplantasi (pre-Transplan)
Pemeriksaan gigi adalah bagian yang penting dari pemeriksaan pre-transplan anda, karena beberapa pebgobatan yang dilakukan pasca transplan nanti dapat menyebabkan masalah pada mulut anda. Memperbaiki gigi berlubang, permasalahan gusi dan permasalahan mulut lainnya dapar mencegah efek samping dari obat-obatan transplantasi.
Pemeliharaan gigi setelah transplantasi (post-transplan)
obat-obatan yang digunakan untuk menekan imunitas pasca transplantasi yang rutin dikonsumsi membuat anda mudah terkena infeksi dan permasalahan lain. Diantaranya yaitu :
1. Mulut kering. Hal ini karena produksi air liur terhambat, sehingga kelembaban menurun dan
meningkatkan resiko kerusakan gigi
2. Luka pada mulut. Akan menyebabkan rasa sakit saat menelan atau berbicara
3. Infeksi. Muncul sariawan dan infeksi jamur lainnya membahayakan jaringan penyangga gusi
4. Peradangan gusi. Gusi membengkak , sehingga meningkatkan resiko perdarahan.
5. Tumor atau kanker dapat muncul terutama pada para perokok.
Ketika organ transplan telah stabil, dokter gigi dapat memulai melakukan perawatan pada gigi anda. Dokter gigi akan berkoordinasi dengan dokter transplan anda untuk memelihara kesehatan gigi dan mulut anda. Terutama pada pemilihan penggunaan antibiotika.
Hal yang perlu dilakukan adalah :
Berikut ini beberapa hal yang dapat kami uraikan untuk membantu pasien transplantasi ginjal agar tetap sehat.
Pemeriksaan gigi sebelum transplantasi (pre-Transplan)
Pemeriksaan gigi adalah bagian yang penting dari pemeriksaan pre-transplan anda, karena beberapa pebgobatan yang dilakukan pasca transplan nanti dapat menyebabkan masalah pada mulut anda. Memperbaiki gigi berlubang, permasalahan gusi dan permasalahan mulut lainnya dapar mencegah efek samping dari obat-obatan transplantasi.
Pemeliharaan gigi setelah transplantasi (post-transplan)
obat-obatan yang digunakan untuk menekan imunitas pasca transplantasi yang rutin dikonsumsi membuat anda mudah terkena infeksi dan permasalahan lain. Diantaranya yaitu :
1. Mulut kering. Hal ini karena produksi air liur terhambat, sehingga kelembaban menurun dan
meningkatkan resiko kerusakan gigi
2. Luka pada mulut. Akan menyebabkan rasa sakit saat menelan atau berbicara
3. Infeksi. Muncul sariawan dan infeksi jamur lainnya membahayakan jaringan penyangga gusi
4. Peradangan gusi. Gusi membengkak , sehingga meningkatkan resiko perdarahan.
5. Tumor atau kanker dapat muncul terutama pada para perokok.
Ketika organ transplan telah stabil, dokter gigi dapat memulai melakukan perawatan pada gigi anda. Dokter gigi akan berkoordinasi dengan dokter transplan anda untuk memelihara kesehatan gigi dan mulut anda. Terutama pada pemilihan penggunaan antibiotika.
Hal yang perlu dilakukan adalah :
1. Pastikan dokter gigi anda mengetahui bahwa anda adalah pasien post trnsplantasi organ.
2. Berikan informasi dokter transplan anda yang dapat dihubungi dokter gigi anda.
3. Berikan seluruh daftar obat-obatan yang anda konsumsi, termasuk obat bebas yang anda beli
sendiri.
2. Berikan informasi dokter transplan anda yang dapat dihubungi dokter gigi anda.
3. Berikan seluruh daftar obat-obatan yang anda konsumsi, termasuk obat bebas yang anda beli
sendiri.
4. Informasikan semua penyakit / komplikasi yang anda miliki kepada dokter gigi anda seperti
diabetes, asma, hipertensi dan lain sebagainya.
5. Bersihkan gigi setiap hari dan segera hubungi dokter gigi jika ada masalah dengan kondisi gigi
dan mulut anda.diabetes, asma, hipertensi dan lain sebagainya.
5. Bersihkan gigi setiap hari dan segera hubungi dokter gigi jika ada masalah dengan kondisi gigi
Label:
gigi,
kesehatan gigi,
transplan organ,
transplantasi
Saturday, October 2, 2010
ASIA PACIFIC FORUM ON ANEMIA MANAGEMENT
Pada tulisan ini saya hanya akan menceritakan perjalanan saya mengikuti simposium ini. Sebagai orang "udik" mungkin tullisan ini akan memberi motivasi kepada rekan rekan bahwa"jangan pernah takut untuk mencoba hal baru dan bergaul dengan oranng yang strata pendidikannya lebih tinggi".
Asia Pacific Forum on anemia Management diadakan pada tanggal 25 September 2010 bertempat di Equator Hotel Penang Malaysia.
Saya berangkat dari Bandara Ahmad Yani semarang dengan Penerbangan GA 231 jurusan Bandara soekarno hatta. Berhubung ini pengalaman pertama, maka saat di bandara A. Yani saya lirik sana sini untuk mencari tahu bagaimana cara menukarkan tiket online dengan tiket pesawat, setelah dapat saya bayar tax bandara sebesar 25 ribu untuk penerbangan domestik. Pesawat lepas landas jam 07.00 (mundur dari jadwal 06.10) sampai di soekarno hatta jam 08.00.
Kemudian bergabung dengan rombongan lainnya. Alangkah terkejutnya saya, ternyata yang hadir dalam rombongan tersebut adalah orang-orang (dokter spesialis) yang telah berpengalaman semuanya dalam hal hemodialisa.
1. Dr. Wasinton Ritua butar butar, SPPD (Pekan baru Hospital)
2. Dr. Freddi Iriyanto SPPD. KGH (Sarjito General hospital)
3. Dr. Hasyim kasim SPPD (Gretselina Hospital)
4. Dr. Dwi Lestari SPPD KGD (Kariadi Hospital)
5. Dr. Aida Lidya (Cipto mangunkusumo Hospital)
6. Dr. Edwin simatupang Nephrologis ( (mitra keluarga Depok Hospital)
7. Dr. Kristiyanto SPPD (Koja General Hospital)
8. Dr. Widodo SPPD
9. Dr. Wawan eko (Sunan Kudus Hospital)
Sempat keder juga berbincang dengan dosen dosen dan ahli penyakit dalam ini. Tapi karena mereka semua welcome dengan saya yang satu satunya dokter umum, akhirnya suasana tidak menjadi kaku.
Setelah menunggu pesawat Singapore Air line dan melewati bagian imigrasi kami terbang menuju Singapura jam 10.30 sampai di bandara Changi Singapura jam 11.45 WIT. Sambil menunggu boarding pesawat Silk Air yang akan membawa kami ke penang, selama 2 jam kami keliling di bandara melihat autlet yang ada. Mulai dari fashion, elektronik sampai souvenir. Jam 15.40 kami lepas landas menuju penang. Sampai di penang jam 16.00 kemudian dijemput agen Vaya tour untuk santap malam di Restoran Sea Food. Puas santap malam , kami ke Hotel Equatorial jan 21.30 dan lanngsung tidur.
Jam 2 dini hari sudah tak bisa tidur. Kemudian jam 05.30 WIB sholat subuh. Eh ternyata adzan subuh baru terdengar jam 6 pagi. Ternyata ada perbedaan waktu yang cukup jauh dengan di pulau jawa.
Pagi harinya setelah breakfast kami mengikuti simposium dengan susunan acara:
09.00-09.30 Registration
09.30-0945 Welcome and opening remark by Dr Wong Hin Seng, malaysia
09.45-10.45 Sesion 1: From Pharmacology to Clinical practice: The History of Epoetin and Current issues in Optimizing Anemia Management in Renal Patients by Dr. Ashley Irish, Autralia
10.45-11.15 Tea Break
11.15-12-20 Sesion 2 : Hb Cycling: Factor Affecting it and Clinical Consequences by Dr. Titus lau, Singapore
Dialisis Adequaci: Current Thinking and Practice by Dr. Romina Danguilan, Philipines
12.20-2.00 Lunch Breaks
2.00-3.30 Pm Cases Discussion
Management of infection/Inflamation in Dialysis Patients by Dr Alan Almeida, India
The Use of Originator vs Biosimilar ESAs by Dr Aida Lydia Sutranto, Indonesia
Management of Unstable Hb Levels in Patien by Datuk Dr Ghazali Ahmad, malaysia
3.30-3.45 Summary and closing.
dalam kesimpulanya, penggunaan EPREX sebagai produk original dibanding biosimilar tidak berbeda jauh dalam manfaat klinisnya, tetapi untuk jangka pangjang Eprex akan jauh lebih ekonomis dari biosimilar, karena produk biosimilar memerlukan penyesuaian dosis, sedangkan originatornya (eprex) tidak perlu.
Malamnya, pukul 06.30 pm kami berangkat ke Peranakan Mantion untuk makan malam dan membawa oleh-oleh Beng Heong. Sampai dihotel jam 10.00 pm untuk tidur.
Paginya setelah breakfast kami cheks out daro Equator Hotel untuk melakukan city tour. Kami mengunjung Kek Lok Si dan Kuan Yin teng temple, Tukong Ular, Godes of mercy temple, Fort cormwallis, Wat Chayangkalaram, Butik cokelat dan makan di India Restourant. Makanannya aneh, tapi enak juga.
Kemudian menuju bandara Penang dan terbang ke bandara Changi Singapura, dilanjutkan ke Bandara Soekarno Hatta. Sampai soekarno hatta jam 11 malam, kami menginap di Sheraton Bandara. Pagi harinya jam 06.10 saya terbang dari Soekarno Hatta menuju bandara A yani semarang. dilanjutkan naik Bus ke kudus.
Alhamdulillah sampai kudus dengan selamat. Perjalanan ini di sponsori oleh Jansencillag. Terimakasih telah memberikan kesempatan ini kepada saya.
Asia Pacific Forum on anemia Management diadakan pada tanggal 25 September 2010 bertempat di Equator Hotel Penang Malaysia.
Saya berangkat dari Bandara Ahmad Yani semarang dengan Penerbangan GA 231 jurusan Bandara soekarno hatta. Berhubung ini pengalaman pertama, maka saat di bandara A. Yani saya lirik sana sini untuk mencari tahu bagaimana cara menukarkan tiket online dengan tiket pesawat, setelah dapat saya bayar tax bandara sebesar 25 ribu untuk penerbangan domestik. Pesawat lepas landas jam 07.00 (mundur dari jadwal 06.10) sampai di soekarno hatta jam 08.00.
Kemudian bergabung dengan rombongan lainnya. Alangkah terkejutnya saya, ternyata yang hadir dalam rombongan tersebut adalah orang-orang (dokter spesialis) yang telah berpengalaman semuanya dalam hal hemodialisa.
1. Dr. Wasinton Ritua butar butar, SPPD (Pekan baru Hospital)
2. Dr. Freddi Iriyanto SPPD. KGH (Sarjito General hospital)
3. Dr. Hasyim kasim SPPD (Gretselina Hospital)
4. Dr. Dwi Lestari SPPD KGD (Kariadi Hospital)
5. Dr. Aida Lidya (Cipto mangunkusumo Hospital)
6. Dr. Edwin simatupang Nephrologis ( (mitra keluarga Depok Hospital)
7. Dr. Kristiyanto SPPD (Koja General Hospital)
8. Dr. Widodo SPPD
9. Dr. Wawan eko (Sunan Kudus Hospital)
Sempat keder juga berbincang dengan dosen dosen dan ahli penyakit dalam ini. Tapi karena mereka semua welcome dengan saya yang satu satunya dokter umum, akhirnya suasana tidak menjadi kaku.
Setelah menunggu pesawat Singapore Air line dan melewati bagian imigrasi kami terbang menuju Singapura jam 10.30 sampai di bandara Changi Singapura jam 11.45 WIT. Sambil menunggu boarding pesawat Silk Air yang akan membawa kami ke penang, selama 2 jam kami keliling di bandara melihat autlet yang ada. Mulai dari fashion, elektronik sampai souvenir. Jam 15.40 kami lepas landas menuju penang. Sampai di penang jam 16.00 kemudian dijemput agen Vaya tour untuk santap malam di Restoran Sea Food. Puas santap malam , kami ke Hotel Equatorial jan 21.30 dan lanngsung tidur.
Jam 2 dini hari sudah tak bisa tidur. Kemudian jam 05.30 WIB sholat subuh. Eh ternyata adzan subuh baru terdengar jam 6 pagi. Ternyata ada perbedaan waktu yang cukup jauh dengan di pulau jawa.
Pagi harinya setelah breakfast kami mengikuti simposium dengan susunan acara:
09.00-09.30 Registration
09.30-0945 Welcome and opening remark by Dr Wong Hin Seng, malaysia
09.45-10.45 Sesion 1: From Pharmacology to Clinical practice: The History of Epoetin and Current issues in Optimizing Anemia Management in Renal Patients by Dr. Ashley Irish, Autralia
10.45-11.15 Tea Break
11.15-12-20 Sesion 2 : Hb Cycling: Factor Affecting it and Clinical Consequences by Dr. Titus lau, Singapore
Dialisis Adequaci: Current Thinking and Practice by Dr. Romina Danguilan, Philipines
12.20-2.00 Lunch Breaks
2.00-3.30 Pm Cases Discussion
Management of infection/Inflamation in Dialysis Patients by Dr Alan Almeida, India
The Use of Originator vs Biosimilar ESAs by Dr Aida Lydia Sutranto, Indonesia
Management of Unstable Hb Levels in Patien by Datuk Dr Ghazali Ahmad, malaysia
3.30-3.45 Summary and closing.
dalam kesimpulanya, penggunaan EPREX sebagai produk original dibanding biosimilar tidak berbeda jauh dalam manfaat klinisnya, tetapi untuk jangka pangjang Eprex akan jauh lebih ekonomis dari biosimilar, karena produk biosimilar memerlukan penyesuaian dosis, sedangkan originatornya (eprex) tidak perlu.
Malamnya, pukul 06.30 pm kami berangkat ke Peranakan Mantion untuk makan malam dan membawa oleh-oleh Beng Heong. Sampai dihotel jam 10.00 pm untuk tidur.
Paginya setelah breakfast kami cheks out daro Equator Hotel untuk melakukan city tour. Kami mengunjung Kek Lok Si dan Kuan Yin teng temple, Tukong Ular, Godes of mercy temple, Fort cormwallis, Wat Chayangkalaram, Butik cokelat dan makan di India Restourant. Makanannya aneh, tapi enak juga.
Kemudian menuju bandara Penang dan terbang ke bandara Changi Singapura, dilanjutkan ke Bandara Soekarno Hatta. Sampai soekarno hatta jam 11 malam, kami menginap di Sheraton Bandara. Pagi harinya jam 06.10 saya terbang dari Soekarno Hatta menuju bandara A yani semarang. dilanjutkan naik Bus ke kudus.
Alhamdulillah sampai kudus dengan selamat. Perjalanan ini di sponsori oleh Jansencillag. Terimakasih telah memberikan kesempatan ini kepada saya.
Wednesday, June 9, 2010
EKG ACLS
MENGENAL IRAMA HENTI JANTUNG 2
PEA (pulseles electric activity
Dalam bahasa indonesia dikenal sebagai aktivitas listrik tanpa denyut.
pATOFISIOLOGI:
Impuls konduksi jantung terjadi dalam pola yang teratur namun tidak menghasilkan konstraksi miokard ( dulu disebut sebagai disosiasi elektromekanis) atau pengisisan ventrikel yang tidak memadai pada saat diastole, atau kontraksi yang tidak efektif.
KRITERIA PENENTUAN BERDASARKAN EKG
* irama menunjukkan aktivitas listrik yang teratur (bukan VF/VT tanpa denyut.
* Umumnya tidak seteratur sinus normal
* Dapat sempit (QRS < 0,01 mm) tatau lebar (QRS > 0,12 mm), Cepat ( > 100 x/mnt) atau lambat (< 60 x/mnt)
* Dapat sempit (etiologi non jantung) atau lebar (etiologi jantung), dan dapat lambat (etiologi jantung) atau cepat (etiologi non jantung)
MANIFESTASI KLINIS
# Jatuh pingsan dan tidak ada respon
# megap megap, sulit bernafas atau apneu.
# tidak ada denyut yang dapat dideteksi melalui palpasi (adanya tekanan darah yang sangat rendahmasih mungkin terjadi pada kasus yang disebut pseudo-PEA
ETIOLOGI YANG LAZIM
Hafalan H dan T
* Hipovolemia
* Hipoksia
* Hidrogen ion / asidosis
* Hipokalemia
* Hiperkalemia
* Hipoglikemia
* Hipotermia
* Toksin (obat)
* Tamponade jantung
* Tension pneumo thorax
* Trombosis /SKA
* Trauma
PEA (pulseles electric activity
Dalam bahasa indonesia dikenal sebagai aktivitas listrik tanpa denyut.
pATOFISIOLOGI:
Impuls konduksi jantung terjadi dalam pola yang teratur namun tidak menghasilkan konstraksi miokard ( dulu disebut sebagai disosiasi elektromekanis) atau pengisisan ventrikel yang tidak memadai pada saat diastole, atau kontraksi yang tidak efektif.
KRITERIA PENENTUAN BERDASARKAN EKG
* irama menunjukkan aktivitas listrik yang teratur (bukan VF/VT tanpa denyut.
* Umumnya tidak seteratur sinus normal
* Dapat sempit (QRS < 0,01 mm) tatau lebar (QRS > 0,12 mm), Cepat ( > 100 x/mnt) atau lambat (< 60 x/mnt)
* Dapat sempit (etiologi non jantung) atau lebar (etiologi jantung), dan dapat lambat (etiologi jantung) atau cepat (etiologi non jantung)
MANIFESTASI KLINIS
# Jatuh pingsan dan tidak ada respon
# megap megap, sulit bernafas atau apneu.
# tidak ada denyut yang dapat dideteksi melalui palpasi (adanya tekanan darah yang sangat rendahmasih mungkin terjadi pada kasus yang disebut pseudo-PEA
ETIOLOGI YANG LAZIM
Hafalan H dan T
* Hipovolemia
* Hipoksia
* Hidrogen ion / asidosis
* Hipokalemia
* Hiperkalemia
* Hipoglikemia
* Hipotermia
* Toksin (obat)
* Tamponade jantung
* Tension pneumo thorax
* Trombosis /SKA
* Trauma
Friday, June 4, 2010
EKG ACLS
MENGENAL IRAMA HENTI JANTUNG 1
Irama EKG pada pasien yang mengalami henti jantung adalah:
1. Fibrilasi ventrikuler (VF)/ Takikardia vebtrikuler (VT) tanpa denyut
2. Aktivitas listrik tanpa denyut/ pulseles electric activity (PEA)
3. Asistol
Penjelasan:
FIBRILASI VENTRIKULER
patofisiologi
Ventrikel terdiri dari beberapa daerah miokard normal yang disewlingi oleh daerah miokard yang iskemik, ceder atau infark, yang dapat menyebabkan terjadinya pola depolarisasi dan repolarisasi ventrikel yang tiodak sinkron dan kacau.
Tanpa adanya depolarisasi vebtrikel yang teratur, ventrikel tidak dapat berkontraksi sebagai satu kesatuan dan mereka tidak menghasilkan keluaran jantung (cardiac output). Jantung hanya menggigil/gemetar dan tidak memompa darah.
Kriteria EKG:
# Nilai komples QRS: tidak dapat ditentukan, tidak ada gelombang P, QRS atau T yang dapat dikenali. Gelombang pada garis dasar terjadi antara 150 - 500 per menit.
# Irama : Tidak dapat ditentukan, pola pembelokan naik (puncak) dan turun (palung) yang tajam
# Amplitudo : diukur dari puncak ke palung, biasanya digunakan secara subjektif untuk menggambarkan VF sebagai VF halus ( puncak ke palung 2-5 mm), sedang (5-10 mm), sangat kasar ( >15 mm)
Manifestasi klinis :
* Denyut menghilang dengan dimulainya VF, ( denyut dapat menghilang sebelum dimulainya VF bila suatu pertanda yang lazim bagi VF (VT cepat) terjadi sebelum VF)
* jatuh pingsan, tidak dapat memberi respon
* megap megap, sangat sulit bernafas
Mulai terjadi kematian yang reversible
Etiologi yang lazim
* Sindroma koronewr akut (SKA) yang menyebabkan daerah yang iskemik pada miokard
* VT stabil hingga tak stabil yang tak diobati
* Kompleks vebtrikel prematur/ premature ventrikcular complexes (PVCs) dengan fenomena R on T
* Beberapa obat, elektrolit, atau ketidaknormalan asam-basa yang memperpanjang periode refrakter relatif
* Perpanjangan QT primer atau sekunder
* Kematian karena listrik (elektrocution), hipoksia, dll
Irama EKG pada pasien yang mengalami henti jantung adalah:
1. Fibrilasi ventrikuler (VF)/ Takikardia vebtrikuler (VT) tanpa denyut
2. Aktivitas listrik tanpa denyut/ pulseles electric activity (PEA)
3. Asistol
Penjelasan:
FIBRILASI VENTRIKULER
patofisiologi
Ventrikel terdiri dari beberapa daerah miokard normal yang disewlingi oleh daerah miokard yang iskemik, ceder atau infark, yang dapat menyebabkan terjadinya pola depolarisasi dan repolarisasi ventrikel yang tiodak sinkron dan kacau.
Tanpa adanya depolarisasi vebtrikel yang teratur, ventrikel tidak dapat berkontraksi sebagai satu kesatuan dan mereka tidak menghasilkan keluaran jantung (cardiac output). Jantung hanya menggigil/gemetar dan tidak memompa darah.
Kriteria EKG:
# Nilai komples QRS: tidak dapat ditentukan, tidak ada gelombang P, QRS atau T yang dapat dikenali. Gelombang pada garis dasar terjadi antara 150 - 500 per menit.
# Irama : Tidak dapat ditentukan, pola pembelokan naik (puncak) dan turun (palung) yang tajam
# Amplitudo : diukur dari puncak ke palung, biasanya digunakan secara subjektif untuk menggambarkan VF sebagai VF halus ( puncak ke palung 2-5 mm), sedang (5-10 mm), sangat kasar ( >15 mm)
Manifestasi klinis :
* Denyut menghilang dengan dimulainya VF, ( denyut dapat menghilang sebelum dimulainya VF bila suatu pertanda yang lazim bagi VF (VT cepat) terjadi sebelum VF)
* jatuh pingsan, tidak dapat memberi respon
* megap megap, sangat sulit bernafas
Mulai terjadi kematian yang reversible
Etiologi yang lazim
* Sindroma koronewr akut (SKA) yang menyebabkan daerah yang iskemik pada miokard
* VT stabil hingga tak stabil yang tak diobati
* Kompleks vebtrikel prematur/ premature ventrikcular complexes (PVCs) dengan fenomena R on T
* Beberapa obat, elektrolit, atau ketidaknormalan asam-basa yang memperpanjang periode refrakter relatif
* Perpanjangan QT primer atau sekunder
* Kematian karena listrik (elektrocution), hipoksia, dll
Tuesday, March 16, 2010
HEMODIALISA ASKES
Dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap pasien hemodialisa. Maka mulai tanggal 1 maret 2010, unit hemodialisa rumah sakit islam sunan kudus melayani pasien askes.
Thursday, February 4, 2010
TRAUMA KEPALA

Trauma kepala merupakan kejadian yang paling menonjol pada kasus kecelakaan. Jenis trauma kepala yang sering terjadi adalah VE, VL, hematom, EDH, SDH, fraktur impresi, fisure, dan yang dapat menimbulkan kematian mendadak seperti fraktur basis cranii dan pecahkan cranial.
Dalam kasus kecelakaan lalulintas juga sering dijumpai epistaksis, fraktur os nasale, perdarahan telinga dan ruptura bulbi.
Pada kasus ini yang kami tampilkan adalah VL pada kepala yang sangat luas sampai terjadi flaping pada kulit kepala.
Penanganan kasus seperti ini hampir sama dengan kasus yang lain. Pertama pasien masuk adalah kita nilai GCS dan ABC-nya. Untuk sedetik dua detik, abaikan dulu luka yang tampak. Walaupun kelihatannya menyeramkan (lukanya), tapi yang terpenting adalah ABC-nya. Tindakan kita merawat luka akan sia-sia belaka jika ternyata pasien tak bernafas atau tidak ada HR-nya.
Jika air way teratasi, breathing teratasi segera periksa sirkulasi. Perdarahan hebat atau nyeri hebat dapat menyebabkan shock pada pasien. Segera pasang infus line dan berikan resusitasi cairan sesuai dengan banyaknya jumlah darah yang hilang sampai shock teratsi.
Setelah ABC ok, baru kita melakukan tindakan perawatan luka.
Berikan desinfektan daerah sekitar luka dan suntikkan anestesi lokal. Jika kasus luka ringan, maka dapat langsung dilakukan WTHT (wound toilet dan hecting). Sedangkan pada luka yang luas disertai flaping seperti pada gambar, maka yang bisa kita lakukan di UGD adalah anestesi lokal, bersihkan luka dan jahitan sementara. Selanjutnya konsul kedokter spesialis bedah untuk dilakukan tindakan lebih lanjut, karena proses membersihkan luka dan penjahitan yang luas akan banyak memakan waktu dan jumlah lidokain yang banyak. Kita tidah pernah menggunakan lidokain lebih dari 1o ampul untuk seorang pasien pertindakan. (jika ada rekan yang punya rekomendasi jumlah/dosis lidokain, kasih tau aku ya.)
namun yang perlu dilakukan di UGD sebelum dan selama konsul adalah selalu menilai ABC, rawat luka dan berikan injeksi ATS.
Pembersihan dan perawatan luka sedini dan sebaik mungkin akan mencegah atau menurangi infeksi yang lebih luas yang mungkin dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas.
Sunday, January 31, 2010
GAS GANGREN

GAS GANGREN
Satu lagi kasus yang terjadi di UGD.
Pasien datang dengan keluhan 2 minggu kaki kiri bengkak, sekarang berbau tidak enak.
Gas gangren disebabkan oleh infeksi Clostridium Welchii (C. Perfringens). Spora dari C Welchii masuk ke dalam luka operasi pengidapnya. Selain itu, infeksi juga dapat terjadi pada penderita yang mengalami gangguan pembuluh darah yang menyebabkan iskemia. Diduga nekrosis jaringan yang menyebabakan keadaan anaeroblah yang merupakan factor penyebab.
Bila infeksi terbatas pada jaringan subkutan akan terjadi selulitis, radang jaringan, terutama jaringan subkutan anaerob. Umumnya infeksi meluas kejaringan otot, terjadi nekrosis otot yang progresif oleh eksotoxin. Karbohidrat otot dihancurkan oleh enzim sakarolitik sehingga terjadi gas hydrogen dan karbon dioksida serta asam laktat. Kemudian terjadi penyebaran infeksi sehingga tekanan dalam jaringan akan semakin besar, ini memperberat iskemik yang menyebabkan nekrosis lebih luas lagi. Pembengkakan makin hebat dengan cairan eksudat dan gas yang makin banayak. Mionekrosis atau nekrosis otot menjadi kunci diagnosis patologik.
Hal yang khas pada gangrene gas adalah bahwa infeksi ini tidak pernah mengalami penyebaran hematogen dan atau sedikit sekali membentuk nanah.
Keadaan yang dapat memacu timbulnya gangguan peredaran darah local atau hipoksemia dan iskemik setempat penyebab gangrene :
1.Cedera jaringan lunak
2.benda asing, hematom atau nekrotik pada luka
3.luka akibat peluru berkecepatan tinggi
4.patah tulang komplikata
5.luka dengan kontaminasi dalam
6.Penutupan/gangguan peredaran darah local (traumatic, tourniquet, operasi)
7.abortus provokatus
8.gips atau pembalut yang terlalu kuat
9.pasca bedah.
Thursday, January 28, 2010
GANGUAN MAKAN
Anoreksia Nervosa
Ciri khas gangguan adalah mengurangi berat badan dengan sengaja, dipacu dan atau dipertahankan oleh penderita.
Untuk diagnosa yang pasti diperlukan semua hal berikut ini :
1.Berat badan tetap dipertahankan 15 % dibawah yang seharusnya (baik yang berkurang atau pun yang belum pernah tercapai) atau “Quetelet’s body mass index” adalah 17,5 atau kurang (QBM= berat(kg) / tinggi (m)2) Pada penderita pra pubertas bias saja gagal mencapai berat badan yang diinginkan selama periode pertumbuhan.
2.Berkurangnya berat badan dilakukan sendiri dengan menghindarkan makanan yang mengandung lemak dan salah satu atau lebih dari hal hal berikut ini :
•merangsang muntah oleh diri sendiri
•mengunsksn pencahar atau urus urus
•olah raga berlebihan
•memakai obat penekan nafsu makan dan/ atau diuretika
3.terdapat distorsi ‘body-image” dalam bentuk psikopatologi yang spesifik dimana ketakutan gemuk terus menerus menyerang penderita, penilaian berlebihan terhadap berat badan yang rendah
4.Adanya gangguan endokrin yang meluas , melibatkan “hipotalamik-pituitari-gonadal axis”, dengan manifestasi pada wanita dengan amenorhe dan pada pria sebagai hilangnya minat dan potensi seksual. 9 suatu kekecualian adalah perdarahan vagina yang menetap pada wanita yang anoreksia yang menerima terapi hormone, umumnya dalam bentuk pil kontrasepsi. Juga dapat terjadi kenaikan hormone pertumbuhan, naiknya kadar kolesterol, perubahan metabolisme peripheral dari hormone tiroid, dan sekresi insulin abnormal.
5. Jika onset terjadinya pada masa pra pubertas, perkembangan pubertas tertunda, atau dapat juga tertahan (pertumbuhan terhenti, pada anak perempuan buah dadanya tidak berkembang dan terdapat amenore primer; pada anak laki-laki genitalnya tetap kecil.). pada penyembuhan pubertas kembali normal, tetapi menarche terlambat.
Ciri khas gangguan adalah mengurangi berat badan dengan sengaja, dipacu dan atau dipertahankan oleh penderita.
Untuk diagnosa yang pasti diperlukan semua hal berikut ini :
1.Berat badan tetap dipertahankan 15 % dibawah yang seharusnya (baik yang berkurang atau pun yang belum pernah tercapai) atau “Quetelet’s body mass index” adalah 17,5 atau kurang (QBM= berat(kg) / tinggi (m)2) Pada penderita pra pubertas bias saja gagal mencapai berat badan yang diinginkan selama periode pertumbuhan.
2.Berkurangnya berat badan dilakukan sendiri dengan menghindarkan makanan yang mengandung lemak dan salah satu atau lebih dari hal hal berikut ini :
•merangsang muntah oleh diri sendiri
•mengunsksn pencahar atau urus urus
•olah raga berlebihan
•memakai obat penekan nafsu makan dan/ atau diuretika
3.terdapat distorsi ‘body-image” dalam bentuk psikopatologi yang spesifik dimana ketakutan gemuk terus menerus menyerang penderita, penilaian berlebihan terhadap berat badan yang rendah
4.Adanya gangguan endokrin yang meluas , melibatkan “hipotalamik-pituitari-gonadal axis”, dengan manifestasi pada wanita dengan amenorhe dan pada pria sebagai hilangnya minat dan potensi seksual. 9 suatu kekecualian adalah perdarahan vagina yang menetap pada wanita yang anoreksia yang menerima terapi hormone, umumnya dalam bentuk pil kontrasepsi. Juga dapat terjadi kenaikan hormone pertumbuhan, naiknya kadar kolesterol, perubahan metabolisme peripheral dari hormone tiroid, dan sekresi insulin abnormal.
5. Jika onset terjadinya pada masa pra pubertas, perkembangan pubertas tertunda, atau dapat juga tertahan (pertumbuhan terhenti, pada anak perempuan buah dadanya tidak berkembang dan terdapat amenore primer; pada anak laki-laki genitalnya tetap kecil.). pada penyembuhan pubertas kembali normal, tetapi menarche terlambat.
Wednesday, January 20, 2010
DISFUNGSI SEKSUAL PADA WANITA
Disfungsi Seksual Pada Wanita
Apakah disfungsi seksual?
Yaitu keadaan dimana seorang wanita memiliki gangguan dengan aktivitas seksualnya.
Macam disfungsi seksual pada wanita:
1.Desire disorder : yaitu jika seorang wanita tak tertarik sama sekali untuk melakukan kegiatan seksual atau hanya ada sedikit hasrat walaupun ada rangsangan seksual yang kuat.
2.Arousal disorder yaitu jika seorang wanita tak dapat merasakan sensasi seksual walaupun ada rangsangan pada tubuhnya. Atau ada rangsangan tetapi tidak dapat bertahan lama.
3.Organic disorder yaitu keadaan dimana ada keinginan dan hasrat seksual tetapi tidak dapat mencapai orgasme atau bahkan merasa kesakitan saat mendekati orgasme.
4.Seksual pain disorder yaitu merasakan sakit saat melakukan hubungan seksual.
Penyebab dari gangguan ini sangat bermacam macam. Dapat karena gangguan fisik maupun psikis. Diantaranya adalah :
1.Pengaruh obat-obatan, missal KB, kemoterapi
2.Penyakit, missal diabetes , hipertensi
3.Infeksi vagina
4.Peminum alcohol
5.Depresi
6.Masalah keluarga
7.KDRT
Hal yang sering mempengaruhi hasrat seksual menurun diantaranya adalah Kehamilan, laktasi, dan menopause. Selain itu factor kecapaian akibat kerja juga berpengaruh terhadap penurunan hasrat seksual.
Penanganan
Penanganan tergantung dari causanya.
1.jika karena kebosanan maka dapat dicoba dengan melakukan perubahan rutinitas seksual. Jika biasanya dilakukan pada malam hari, maka dapat dicoba pagi hari atau siang hari dengan waktu yang berubah – ubah. Bisa juga dengan mencari atau mencoba “variasi” posisi baru.
2.Pada kasus arousal disorder, gangguana biasanya disebabkan karena keringnya vagina, sehingga lubrikasi saat berhubungan seksual kurang optimal. Hal ini dapat diatasi dengan pemakaian cream vagina atau sexual lubricant. Pada kasus menopause dapat memakai cream estrogen.
3.Pada kasus orgasme problem, hal yang harus diatasi pertama kali adalah tentang psikisnya. Kondisi relaks harus tercipta sebelum melakukan aktivitas seksual. Cara lain untuk mengatasi orgasme disorder adalah melakukan lebih banyak “foreplay” sebelum terjadi penetrasi. Melakukan stimulasi terhadap clitoris juga dianjurkan untuk mencapai orgasme, bahkan bias dipakai vibrator sebagai alat bantu, namun vibrator ini bukan pilihan utama. Cara lain adalah dengan masturbasi, namun hal ini masih terbentur masalah moral religius.
4.Untuk mengatasi masalah pain during sex atau rasa sakit selama hubungan seksual dapat dicoba dengan mencoba “gaya” lain yang dirasa nyaman untuk wanita. Biasanya posisi wanita diatas akan dappat menghilangkan rasa sakit selama hubungan seksual,. Hal ini karena pada posisi diatas, wanita dapat mengontrol penetrasi penis terhadap vagina baik intensitasnya, arah gerakan maupun kekuatannya. Wanita yang memiliki masalah pain during sexs sebaiknya mengosongkan kandung kemihnya sebelum berhubungan (BAK). Tetapi pada beberapa wanita, justru menahan BAK saat akan melakukan hubungan seksual, karena akan mampu mempercepat pencapaian orgasme.
5.Pada kasus pain during seks karena menopause atau post operasi angkat kandungan, maka hormone estrogen akan dapat membantu, juga cream lubricant.
6.Beberapa cara untuk meningkatkan aktivitas seksual diantaranya adalah dengan :
Viagra hati –hati efek samping
Fantasi selama hubungan seksual
Kenali G-spot anda dan pasangan
Hilangkan rasa sungkan untuk mengatakan “lebih cepat” atau “lebih keras” pada pasangan anda saat G spot anda disentuh
Latihan kegel dan relaksasi
Kejujuran pada pasangan tentang keinginan anda untuk melakukan variasi posisi
semoga membantu
Apakah disfungsi seksual?
Yaitu keadaan dimana seorang wanita memiliki gangguan dengan aktivitas seksualnya.
Macam disfungsi seksual pada wanita:
1.Desire disorder : yaitu jika seorang wanita tak tertarik sama sekali untuk melakukan kegiatan seksual atau hanya ada sedikit hasrat walaupun ada rangsangan seksual yang kuat.
2.Arousal disorder yaitu jika seorang wanita tak dapat merasakan sensasi seksual walaupun ada rangsangan pada tubuhnya. Atau ada rangsangan tetapi tidak dapat bertahan lama.
3.Organic disorder yaitu keadaan dimana ada keinginan dan hasrat seksual tetapi tidak dapat mencapai orgasme atau bahkan merasa kesakitan saat mendekati orgasme.
4.Seksual pain disorder yaitu merasakan sakit saat melakukan hubungan seksual.
Penyebab dari gangguan ini sangat bermacam macam. Dapat karena gangguan fisik maupun psikis. Diantaranya adalah :
1.Pengaruh obat-obatan, missal KB, kemoterapi
2.Penyakit, missal diabetes , hipertensi
3.Infeksi vagina
4.Peminum alcohol
5.Depresi
6.Masalah keluarga
7.KDRT
Hal yang sering mempengaruhi hasrat seksual menurun diantaranya adalah Kehamilan, laktasi, dan menopause. Selain itu factor kecapaian akibat kerja juga berpengaruh terhadap penurunan hasrat seksual.
Penanganan
Penanganan tergantung dari causanya.
1.jika karena kebosanan maka dapat dicoba dengan melakukan perubahan rutinitas seksual. Jika biasanya dilakukan pada malam hari, maka dapat dicoba pagi hari atau siang hari dengan waktu yang berubah – ubah. Bisa juga dengan mencari atau mencoba “variasi” posisi baru.
2.Pada kasus arousal disorder, gangguana biasanya disebabkan karena keringnya vagina, sehingga lubrikasi saat berhubungan seksual kurang optimal. Hal ini dapat diatasi dengan pemakaian cream vagina atau sexual lubricant. Pada kasus menopause dapat memakai cream estrogen.
3.Pada kasus orgasme problem, hal yang harus diatasi pertama kali adalah tentang psikisnya. Kondisi relaks harus tercipta sebelum melakukan aktivitas seksual. Cara lain untuk mengatasi orgasme disorder adalah melakukan lebih banyak “foreplay” sebelum terjadi penetrasi. Melakukan stimulasi terhadap clitoris juga dianjurkan untuk mencapai orgasme, bahkan bias dipakai vibrator sebagai alat bantu, namun vibrator ini bukan pilihan utama. Cara lain adalah dengan masturbasi, namun hal ini masih terbentur masalah moral religius.
4.Untuk mengatasi masalah pain during sex atau rasa sakit selama hubungan seksual dapat dicoba dengan mencoba “gaya” lain yang dirasa nyaman untuk wanita. Biasanya posisi wanita diatas akan dappat menghilangkan rasa sakit selama hubungan seksual,. Hal ini karena pada posisi diatas, wanita dapat mengontrol penetrasi penis terhadap vagina baik intensitasnya, arah gerakan maupun kekuatannya. Wanita yang memiliki masalah pain during sexs sebaiknya mengosongkan kandung kemihnya sebelum berhubungan (BAK). Tetapi pada beberapa wanita, justru menahan BAK saat akan melakukan hubungan seksual, karena akan mampu mempercepat pencapaian orgasme.
5.Pada kasus pain during seks karena menopause atau post operasi angkat kandungan, maka hormone estrogen akan dapat membantu, juga cream lubricant.
6.Beberapa cara untuk meningkatkan aktivitas seksual diantaranya adalah dengan :
Viagra hati –hati efek samping
Fantasi selama hubungan seksual
Kenali G-spot anda dan pasangan
Hilangkan rasa sungkan untuk mengatakan “lebih cepat” atau “lebih keras” pada pasangan anda saat G spot anda disentuh
Latihan kegel dan relaksasi
Kejujuran pada pasangan tentang keinginan anda untuk melakukan variasi posisi
semoga membantu
Monday, January 18, 2010
PENYAKIT HATI ALKOHOLIK
Pecandu alkohol meningkat dari tahun ketahun. hal ini akan menyebabkan insiden penyakit hati alkoholik akan semakin meningkat.
Penyakit hati alkoholik adalah satu jenis penyakit yang akan merusak struktur dan fungsi hati akibat keracunan alkohol yang dikonsumsi.
Ambang akan terjadi penyakit hati alkoholik adalah 21 unit. Dimana 1 unit adalah 10 gram alkohol atau 1/2 pint bir perminggu untuk pria dan 14 unit untuk wanita.
Etiologi :
Etanol dimetabolisme dihati terutama melalui dehidrogenase alkohol menjadi asetaldehid dan ion hidrogen. Ion hidrogen mempengaruhi ratio NADH: NAD dalam sel, yang mempengaruhi membrab sel dan berkaitan dengan efek toksik dari asetaldehid dalam menimbulkan kerusakan sel. Faktor penyebab lain yaitu sistem oksidasi etanol mikrosom(MEOS), jenis kelamin, malnutrisi, genotip dan respon imunologi berperan dalam cepat atau lambatnya terjadinya kerusakan hati.
Klasifikasi:
Perlemakan hati: merupakan bentuk paling ringan dari cedera hepatik dan dapat pulih kembali
Hepatitia alkoholik: dengan kerusakan hepatoselular perivenula (zona 3) , hialin Mallory dan ilfiltrat sel peradangan: umum ditemukan ikterus, demam dan asites.
Sklerosis perivenula dengan fibrosis perisinusoid dan kolagenasi dari rongga Disse: menimbulkan sirosis. Dapat menyertai perubahan perlemakan yang menimbulkan sirosis tanpa hepatitis alkoholik.
Sirosis: ditandai dengan fibrosis dan pembentukan nodul dan tidak dapat pulih kembali, serta biasanya disertai oleh hipertensi portal.
Gambaran klinis
Gejala: meliputi mual , muntah, anoreksia dan demam.
Tanda: meliputi spider naevi, hepatomegali, splenomegali, asites, parotitis dan anemia makrositik.
Investigasi
1. riwayat akurat asupan alkohol adalah penting
2. FBC seringkali menggambarkan makrositosis
3. LFT: GGTP yang meningkat mencerminkan penyalahgunaan etanol dan ALT yang abnormal menggambarkan kerusakan hepatoselular. Rasio AST:ALT 2 menandakan kerusakan alkoholik
4. Meningkatnya IgA serum umum ditemukan dan antibodi anti otot polos dapat timbul.
Penatalaksanaan:
Berhenti secara total mengkonsumsi alkohol merupakan satu-satunya terapi yang efektif dan rujukan psikiatrik dapat membantu.Dalam hepatitis alkoholik, kortikosteroid seperti prednisolon 40 mg/hr dapat bermanfaat pada pasien dengan kolestasis yang nyata, tetapi perbaikan kelangsungan hidup masih diragukan.
Obat antitiroid misalnya propiltiourasil telah terlihat dalam beberapa percobaan dapat bermanfaat pada hepatitis alkohol.
Prognosis:
Tergantung dari stadium penyakit dan kelanjutan asupan alkohol. Hepatitis alkoholik membawa kematian sekitar 25-60%. Pada individu dengan serosis yang berhenti minum alkohol, angka kelangsungan hidup 5 tahun adalah sekitar 70%, sedangkan yang terus meminum alkohol adalah 35%.
Pesan:
Jangn memulai minum alkohol jika sudah tahu resikonya.
Stop minum alkohol sebelum hati anda rusak oleh alkohol
Penyakit hati alkoholik adalah satu jenis penyakit yang akan merusak struktur dan fungsi hati akibat keracunan alkohol yang dikonsumsi.
Ambang akan terjadi penyakit hati alkoholik adalah 21 unit. Dimana 1 unit adalah 10 gram alkohol atau 1/2 pint bir perminggu untuk pria dan 14 unit untuk wanita.
Etiologi :
Etanol dimetabolisme dihati terutama melalui dehidrogenase alkohol menjadi asetaldehid dan ion hidrogen. Ion hidrogen mempengaruhi ratio NADH: NAD dalam sel, yang mempengaruhi membrab sel dan berkaitan dengan efek toksik dari asetaldehid dalam menimbulkan kerusakan sel. Faktor penyebab lain yaitu sistem oksidasi etanol mikrosom(MEOS), jenis kelamin, malnutrisi, genotip dan respon imunologi berperan dalam cepat atau lambatnya terjadinya kerusakan hati.
Klasifikasi:
Perlemakan hati: merupakan bentuk paling ringan dari cedera hepatik dan dapat pulih kembali
Hepatitia alkoholik: dengan kerusakan hepatoselular perivenula (zona 3) , hialin Mallory dan ilfiltrat sel peradangan: umum ditemukan ikterus, demam dan asites.
Sklerosis perivenula dengan fibrosis perisinusoid dan kolagenasi dari rongga Disse: menimbulkan sirosis. Dapat menyertai perubahan perlemakan yang menimbulkan sirosis tanpa hepatitis alkoholik.
Sirosis: ditandai dengan fibrosis dan pembentukan nodul dan tidak dapat pulih kembali, serta biasanya disertai oleh hipertensi portal.
Gambaran klinis
Gejala: meliputi mual , muntah, anoreksia dan demam.
Tanda: meliputi spider naevi, hepatomegali, splenomegali, asites, parotitis dan anemia makrositik.
Investigasi
1. riwayat akurat asupan alkohol adalah penting
2. FBC seringkali menggambarkan makrositosis
3. LFT: GGTP yang meningkat mencerminkan penyalahgunaan etanol dan ALT yang abnormal menggambarkan kerusakan hepatoselular. Rasio AST:ALT 2 menandakan kerusakan alkoholik
4. Meningkatnya IgA serum umum ditemukan dan antibodi anti otot polos dapat timbul.
Penatalaksanaan:
Berhenti secara total mengkonsumsi alkohol merupakan satu-satunya terapi yang efektif dan rujukan psikiatrik dapat membantu.Dalam hepatitis alkoholik, kortikosteroid seperti prednisolon 40 mg/hr dapat bermanfaat pada pasien dengan kolestasis yang nyata, tetapi perbaikan kelangsungan hidup masih diragukan.
Obat antitiroid misalnya propiltiourasil telah terlihat dalam beberapa percobaan dapat bermanfaat pada hepatitis alkohol.
Prognosis:
Tergantung dari stadium penyakit dan kelanjutan asupan alkohol. Hepatitis alkoholik membawa kematian sekitar 25-60%. Pada individu dengan serosis yang berhenti minum alkohol, angka kelangsungan hidup 5 tahun adalah sekitar 70%, sedangkan yang terus meminum alkohol adalah 35%.
Pesan:
Jangn memulai minum alkohol jika sudah tahu resikonya.
Stop minum alkohol sebelum hati anda rusak oleh alkohol
Tuesday, January 5, 2010
CRONIC RENAL FAILURE
CRONIK RENAL FAILURE
CRF
Etiologi :
1. infeksi : pielonefritis
2. peradangan : Glomerulonefritis
3. gangguan metabolisme : DM, hipertensi, hiperparatiroid, gout, amiloidosis
4. nefropati toxic : analgetik, nefropati timah
5. nefropati obstruksi : batu, BPH
6. penyakit vaskuler hipersensitif : SLE, poliartritis nodusa
7. congenital : renal tubuler asidosis, penyakit ginjal polikistik
Mengapa terjadi anemia pada CRF?
Karena :
1.Eritropoetin menurun karena fungsi ginjal rusak
2.suasana uremi darah sehingga umur darah menurun
3.depresi sumsum tulang karenha terjadi hiperparatiroidisme sekunder
4.defisiensi Fe dan asam folat karena nafsu makan menurun
5.trombositopati terjadi perdarahab GIT dan mukosa
Mengapa terjadoi hipertensi pada CRF?
Karena :
1.hiperaktifitas system rennin nagiotensin sehingga produksi rennin meningkat… sehingga anti hipertensi yang dipakai adalah ACE inhibitor
2.overhidrasi
Mengapa pasien CRF mudah terinfeksi ?
Karena :
1.hipersegmentasi leukosit
2.fagositosis dan kemotaksis menurun
3.limfosit turun
Mengapa pasien CRF mudah berdarah?
Karena :
1.mas perdarahan menurun
2.agregasi dan adhesi trombosit karena turunnya factor trombosit III dan ADP
Pemeriksaan
1.USG (paling aman)
2.BNO jika ada obstruksi, tapi batu radiolucent tak terlihat
3.IVP bila creatinin < 2 mg/dl, inferior pielografi jika creatinin 4-6 mg/dl atau rapid squen pielografi jika creatinin > 6 mg/dl
4.biopsy ginjal untuk diagnosa pasti
5.EKG : LVH, aritmia, hiper K, tanda pericarditis.
Indikasi HD:
1.Hipervolemia
2.BUN >100-150 cepat dalam waktu pendek
3.creatinin > 10
4.K > 5
5.prekoma
6.gejala azotemia
Penatalaksanaan :
1.bedrest tidak total. Aktifitas fisik berat akan menyebabkan perfusi darah keginjal berkurang 20 %
2.Diet TK RP <30 gr/hr, RG < 5 gr/hr
3.balance cairan = 1000 cc + urin loss (tampung)
4.asam amino essensial (ketosteril)
5.phospat binding ( actal)
6.terapi komplikasi (anemia, hipertensi, infeksi, hiper/hipo K
7.terapi dasar, transplantasi ginjal
Follow up:
1.anemia teratsi
2.Diet
3.anemia (tranfusi + rekombinan eritropoetin 3 x 40 UI SC)
4.hipertensi teratasi
Balance cairan :
Pada CRF harus balance cairan dan bukan pembatasan cairan karena :
a.pembatasan cairan memungkinkan minimnya cairan yang masuk sehingga dapat terjadi akut on CRF
b.sebaliknya jika cairan diberikan berlebihan dapat terjadi hipervolemia
Pada CRF terjadi poliuri karena tubulus kehilangan kemampuan mengikat airan. Jika anuri maka akut on CRF
Akut On CRF dapat terjadi pada :
1.GE
2.Perdarahan
3.Pembatasan cairan yang berlebihan
Suplementasi :
1.Actal : phospat bionder dan antasida
2.ketosteril /asam amino essensial
Terapi komplikasi :
1.hipertensi : ACE inhibitor karean tidak nefrotoksik dan tidak mempengaruhi elektrolit
2.anemia : eprek, hemapo, tranfusi
3.infeksi : antibiotic yang aman ( ampicillin)
Kalium
K yang berlebih dapat menyebabkan cardiac arrest kematian
Kalsium
Ca+ calsium migrant destruksi tulang
CRF
Etiologi :
1. infeksi : pielonefritis
2. peradangan : Glomerulonefritis
3. gangguan metabolisme : DM, hipertensi, hiperparatiroid, gout, amiloidosis
4. nefropati toxic : analgetik, nefropati timah
5. nefropati obstruksi : batu, BPH
6. penyakit vaskuler hipersensitif : SLE, poliartritis nodusa
7. congenital : renal tubuler asidosis, penyakit ginjal polikistik
Mengapa terjadi anemia pada CRF?
Karena :
1.Eritropoetin menurun karena fungsi ginjal rusak
2.suasana uremi darah sehingga umur darah menurun
3.depresi sumsum tulang karenha terjadi hiperparatiroidisme sekunder
4.defisiensi Fe dan asam folat karena nafsu makan menurun
5.trombositopati terjadi perdarahab GIT dan mukosa
Mengapa terjadoi hipertensi pada CRF?
Karena :
1.hiperaktifitas system rennin nagiotensin sehingga produksi rennin meningkat… sehingga anti hipertensi yang dipakai adalah ACE inhibitor
2.overhidrasi
Mengapa pasien CRF mudah terinfeksi ?
Karena :
1.hipersegmentasi leukosit
2.fagositosis dan kemotaksis menurun
3.limfosit turun
Mengapa pasien CRF mudah berdarah?
Karena :
1.mas perdarahan menurun
2.agregasi dan adhesi trombosit karena turunnya factor trombosit III dan ADP
Pemeriksaan
1.USG (paling aman)
2.BNO jika ada obstruksi, tapi batu radiolucent tak terlihat
3.IVP bila creatinin < 2 mg/dl, inferior pielografi jika creatinin 4-6 mg/dl atau rapid squen pielografi jika creatinin > 6 mg/dl
4.biopsy ginjal untuk diagnosa pasti
5.EKG : LVH, aritmia, hiper K, tanda pericarditis.
Indikasi HD:
1.Hipervolemia
2.BUN >100-150 cepat dalam waktu pendek
3.creatinin > 10
4.K > 5
5.prekoma
6.gejala azotemia
Penatalaksanaan :
1.bedrest tidak total. Aktifitas fisik berat akan menyebabkan perfusi darah keginjal berkurang 20 %
2.Diet TK RP <30 gr/hr, RG < 5 gr/hr
3.balance cairan = 1000 cc + urin loss (tampung)
4.asam amino essensial (ketosteril)
5.phospat binding ( actal)
6.terapi komplikasi (anemia, hipertensi, infeksi, hiper/hipo K
7.terapi dasar, transplantasi ginjal
Follow up:
1.anemia teratsi
2.Diet
3.anemia (tranfusi + rekombinan eritropoetin 3 x 40 UI SC)
4.hipertensi teratasi
Balance cairan :
Pada CRF harus balance cairan dan bukan pembatasan cairan karena :
a.pembatasan cairan memungkinkan minimnya cairan yang masuk sehingga dapat terjadi akut on CRF
b.sebaliknya jika cairan diberikan berlebihan dapat terjadi hipervolemia
Pada CRF terjadi poliuri karena tubulus kehilangan kemampuan mengikat airan. Jika anuri maka akut on CRF
Akut On CRF dapat terjadi pada :
1.GE
2.Perdarahan
3.Pembatasan cairan yang berlebihan
Suplementasi :
1.Actal : phospat bionder dan antasida
2.ketosteril /asam amino essensial
Terapi komplikasi :
1.hipertensi : ACE inhibitor karean tidak nefrotoksik dan tidak mempengaruhi elektrolit
2.anemia : eprek, hemapo, tranfusi
3.infeksi : antibiotic yang aman ( ampicillin)
Kalium
K yang berlebih dapat menyebabkan cardiac arrest kematian
Kalsium
Ca+ calsium migrant destruksi tulang
Subscribe to:
Posts (Atom)
