Thursday, October 15, 2009
MEKANISME PERSALINAN NORMAL
Dengan adanya kontraksi uterus / HIS maka terjadi :
1. serviks membuka
2. janin didorong kebawah
3. kepala turun dan masuk panggul (posisi fleksi)
4. kepala melintasi PAP tegak l;urus ---> synklitismus
bisa terjadi asinklitismus anterior atau posterior
5. sumbu kepala eksentrik kearah suboksiput karena kontraksi.
6. uterus dan tahanan dibawahnya menyebabkan kepala fleksi. Dengan fleksi, kepala masuk panggul dalam diameter yang paling kecil (diameter suboksipitobregmatika 9,2 cm)dan dengan sirkumferentia suboksipitobregmatika 32 cm terjadi penurunan kepala/descenden.
7. oleh karena tahanan diafragma pelvis maka kepala memutar kedepan---> putar paksi dalam, UUK berputar kearah depan dibawah simpisis.
8. setelah kepala didasar panggul terjadi gerakan defleksi kepala untuk dilahirkan
9. dengan adanya HIS vulva lebih membuka, kepala janin semakin tampak, perineum melebar dan menipis dan anus membuka.
10. dengan adanya hejan perut--> tampak bregma, dahi, muka dan akhirdagu--> kepala lahir. Diikuti dengan rotasi balik --> putar paksi luar
11. lahirkan bahu dalam posisi miring, lahirlah bahu depan diikuti bahu belakang
12. trokanter depan lahir lebih dulu baru yang belakang dan lahirlah anak seluruhnya.
Selanjutnya bayi lahir--> bersihkan jalan nafas--> jepit tali pusat pada jarak 5-10 cm, ikat, potong dan berikan antiseptik.
Selanjutnya masuk kala III. Plasenta akan lepas dan terjadi perdarahan
Plasenta lepas dari sentral atau dari pinggir atau kombinasi keduanya.. Berlangsung 6-15 menit
TFU 2 jari dibawah pusat.
Semaoga bermanfaat
Wednesday, August 26, 2009
MATERNAL MORTALITY
KEMATIAN MATERNAL
Definisi :
Kematian maternal adalah kematian dari setiap wanita waktu hamil, persalinan dan dalam 90 hari sesudah berakhirnya kehamilan oleh sebab apapun, tanpa memperhitungkan tuanya kehamilan dan tindakan yang dilakukan untuk mengakhiri kehamilan (WHO)
Angka kematian maternal adalah jumlah kematian maternal diperhitungkan terhadap 1000 atau 10.000 kelahiran hidup atau persalinan.
PENYEBAB KEMATIAN MATERNAL
- Sebab obstetrik langsung
Adalah kematian ibu karena akibat langsung dari penyulit pada kehamilan, persalinan dan nifas. Misalnya karena infeksi, eklamsi, perdarahan, emboli air ketuban, trauma anestesi, trauma operasi dan sebagainya.
- Sebab obstetrik tidak langsung
Adalah kematian ibu akibat penyakit yang timbul selama kehamilan, persalinan dan nifas. Misal anemia, penyakit kardiovaskuler, serebro vaskuler, hepatitis infeksiosa, penyakit ginjal dan lain sebagainya.
- Sebab bukan obstetrik
adalah kematian ibu hamil, melahirkan maupun nifas akibat kejadian-kejadian yang tidak ada hubungannya dengan proses reproduksi dan penanganannya. Misalnya karena kecelakaan, kebakaran, tenggelam, bunuh diri dan sebagainya.
- Sebab yang tidak jelas
Adalah kematian ibu yang tidak dapat digolongkan pada salah satu sebab yang tersebut di atas.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMATIAN MATERNAL
- Faktor umum
Masih adanya perkawinan, kehamilan dan persalinan diluar kurun waktu reproduksi, terutama usia terlalu muda. Usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun mempunyai resiko kematian 3x lebih tinggi dari usia reproduksi sehat (20-35 th)
- Faktor paritas
Grandemultipara atau ibu dengan lebih dari 6 kali persalinan. Mempunyai resiko kematian 8x lebih tinggi.
- Faktor perawatan ante natal
Rendahnya kesadaran untuk memeriksakan kehamilan sejak bulan pertama, sehingga penyakit yang seharusnya dapat dicegah menjadi terlambat dan dating sudah dalam kondisi yang buruk.
- Faktor penolong
Persalinan masih banyak dibantu dukun beranak yang tidak terlatih, mereka baru minta pertolongan bidan atau dokter setelah muncul komplikasi berat yang mengancam nyawa.
- Faktor sarana dan fasilitas
Sarana penunjang persalinan di rumah sakit, misalnya ketersediaan darah, fasilitas anestesi, kamar operasi dan transportasi yang memadai.
- Faktor lainnya
Factor sosial, ekonomi, pendidikan, kepercayaan dan budaya.
- Faktor system rujukan
Pemerintah mengupayakan adanya bidan disetiap ibukota kabupaten, tetapi sampai sekarang belum seluruhnya terpenuhi sehingga system rujukan kurang berjalan baik.
