AMUBIASIS
Penyebabnya adalah "entamoeba hystolitica" Penyebarannya melalui makanan atau air yang terkontaminasi kista E. Hytolitica yang hidup di dalam usus penderita.
Gambaran klinik:
Kadang asimtomatik, lesu, kurang nafsumakan, tak bisa tidur, sakit kepala. Pada bentuk klinik yaitu sindrom disentri yaitu diare, mules, kolik, tinja bercampur darah dan lendir. Diare 2-4 kali sehari, feses banyak, nyeri spontan dan nyeri tekan daerah inflamasi, paling sering daerah sakrum (perut kanan bawah).
Pengobatan :
1. Derifat hidroksi kinolin (kiniofon, diyodohidroksilin)
2. Tetrasiklin, paromisin
3. Dehidroemetin, emetin, klorokin
4. Metronidazole, tinidazole
Showing posts with label diare. Show all posts
Showing posts with label diare. Show all posts
Saturday, June 20, 2009
GASTROENTERITIS
Gastroenteritis
Dibedakan menjadi 2 yaitu gastroenteritis disentriform dan gastroenteritis koleriform.
Hal yang berbahaya dari gastroenteritis adalah dehidrasi. Bentuk koleriform lebih sering menyebabkan dehidrasi. Klasifikasi dehidrasi dibagi menjadi 3 yaitu ringan, sedang dan berat. Dehidrasi ringan jika kehilangan cairan 2-5 % dari berat badan.Gambaran kliniknya yaitu : turgor kurang, suara serak (vox chloerica). Dehidrasi sedang jika kehilangan cairan 5-8% dari berat badan. Gejala yaitu turgor jelek, suara serak, pre shock, nadi dan nafas cepat dan dalam. Dehidrasi berat jika kehilangan cairan 8-10% dari berat badan. Gejala seperti pada dehidrasi sedang ditambah penurunan kesadaran.
Terapi yang diberikan adalah Rehidrasi secepatnya dengan cairan peroral maupun parenteral.Cairan peroral dapat berupa 4 g NaCl, 20 g glucosa dan 1 1/2 Na citrat dalam 1 liter air. (WHO manila), atau berikan garam oralit.
Cairan parenteral dapat berupa cairan fisiologis seperti RL, NaCl, Ring-As,
Medika mentosa yang dapat dipakai :
1. Tetrasiklin 4 x 500 mg, atau
Kloramfenicol 4 x 500 mg,
2. Cairan infus
Dibedakan menjadi 2 yaitu gastroenteritis disentriform dan gastroenteritis koleriform.
Hal yang berbahaya dari gastroenteritis adalah dehidrasi. Bentuk koleriform lebih sering menyebabkan dehidrasi. Klasifikasi dehidrasi dibagi menjadi 3 yaitu ringan, sedang dan berat. Dehidrasi ringan jika kehilangan cairan 2-5 % dari berat badan.Gambaran kliniknya yaitu : turgor kurang, suara serak (vox chloerica). Dehidrasi sedang jika kehilangan cairan 5-8% dari berat badan. Gejala yaitu turgor jelek, suara serak, pre shock, nadi dan nafas cepat dan dalam. Dehidrasi berat jika kehilangan cairan 8-10% dari berat badan. Gejala seperti pada dehidrasi sedang ditambah penurunan kesadaran.
Terapi yang diberikan adalah Rehidrasi secepatnya dengan cairan peroral maupun parenteral.Cairan peroral dapat berupa 4 g NaCl, 20 g glucosa dan 1 1/2 Na citrat dalam 1 liter air. (WHO manila), atau berikan garam oralit.
Cairan parenteral dapat berupa cairan fisiologis seperti RL, NaCl, Ring-As,
Medika mentosa yang dapat dipakai :
1. Tetrasiklin 4 x 500 mg, atau
Kloramfenicol 4 x 500 mg,
2. Cairan infus
Label:
dehidrasi,
diare,
gastroenteritis,
infus,
obat
Subscribe to:
Comments (Atom)
