Gastroenteritis
Dibedakan menjadi 2 yaitu gastroenteritis disentriform dan gastroenteritis koleriform.
Hal yang berbahaya dari gastroenteritis adalah dehidrasi. Bentuk koleriform lebih sering menyebabkan dehidrasi. Klasifikasi dehidrasi dibagi menjadi 3 yaitu ringan, sedang dan berat. Dehidrasi ringan jika kehilangan cairan 2-5 % dari berat badan.Gambaran kliniknya yaitu : turgor kurang, suara serak (vox chloerica). Dehidrasi sedang jika kehilangan cairan 5-8% dari berat badan. Gejala yaitu turgor jelek, suara serak, pre shock, nadi dan nafas cepat dan dalam. Dehidrasi berat jika kehilangan cairan 8-10% dari berat badan. Gejala seperti pada dehidrasi sedang ditambah penurunan kesadaran.
Terapi yang diberikan adalah Rehidrasi secepatnya dengan cairan peroral maupun parenteral.Cairan peroral dapat berupa 4 g NaCl, 20 g glucosa dan 1 1/2 Na citrat dalam 1 liter air. (WHO manila), atau berikan garam oralit.
Cairan parenteral dapat berupa cairan fisiologis seperti RL, NaCl, Ring-As,
Medika mentosa yang dapat dipakai :
1. Tetrasiklin 4 x 500 mg, atau
Kloramfenicol 4 x 500 mg,
2. Cairan infus
Saturday, June 20, 2009
Thursday, June 18, 2009
KELOID
KELOID
Masalah yang sering dijumpai pada pasien pasca operasi adalah masalah kosmetika kulit. Momok utama adalah luka bekas operaso yang akan menjadi "tanda mata" yang tak terlupakan sampai kapanpun. Kondisi ini akan diperparah dengan bekas luka yang timbul melebihi permukaan kulit normal sekitarnya, sering disebut dengan "keloid". Jika sudah terjadi keloid maka alternayif penanganannya ada dua yaitu suntikan pada keloid atau operasi. Suntikan penghilang keloid mempunyai efeksamping yaitu rasa nyeri/ seperti terbakar pada kulit yang mendapatkan suntikan, selain itu meninggalkan warna kulit yang bebeda dari sekitarnya. Selain itu diperlukan waktu yang cukup lama untuk terapi injeksi anti keliod. Alternatif kedua yaitu operasi. efek yang sering timbul adalah munculnya keloid baru pada bekas operasi.
Hal yang saya anjurkan adalah "preventif", yaitu mencegah timbulnya keliod pasca operasi.
Salah satu cara yang patut dicoba adalah pemberian Ekstrak centela asiatica 1 %
Centela asiatica (CeA) mengandung asiatcoside, madecaaic acid dan asiatic acid yang mempercepat pematangan scar dengan menghasilkan kolagen tipe 1. Dimana dapat menurunkan reaksi inflamasi dan produksi myofibroblast yang menjadi penyebab pertumguhan jaringan kulit berlebihan.
Setiap jenis obat mempunyai efek samping. Tapi hal ini sangat jarang. Yang pernah dilaporkan adalah terjadinya fotosensitif, dermatitis dan rasa panas pada tempat pemakaian.
Cara pemakaiannya adalah dioleskan pada luka 1 sampai 2 kali sehari. Hasil pengobatan ini akan tampak setelah 4 minggu.
Mudah mudahan tidak akan t5imbul keloid dikemudian hari.
Masalah yang sering dijumpai pada pasien pasca operasi adalah masalah kosmetika kulit. Momok utama adalah luka bekas operaso yang akan menjadi "tanda mata" yang tak terlupakan sampai kapanpun. Kondisi ini akan diperparah dengan bekas luka yang timbul melebihi permukaan kulit normal sekitarnya, sering disebut dengan "keloid". Jika sudah terjadi keloid maka alternayif penanganannya ada dua yaitu suntikan pada keloid atau operasi. Suntikan penghilang keloid mempunyai efeksamping yaitu rasa nyeri/ seperti terbakar pada kulit yang mendapatkan suntikan, selain itu meninggalkan warna kulit yang bebeda dari sekitarnya. Selain itu diperlukan waktu yang cukup lama untuk terapi injeksi anti keliod. Alternatif kedua yaitu operasi. efek yang sering timbul adalah munculnya keloid baru pada bekas operasi.
Hal yang saya anjurkan adalah "preventif", yaitu mencegah timbulnya keliod pasca operasi.
Salah satu cara yang patut dicoba adalah pemberian Ekstrak centela asiatica 1 %
Centela asiatica (CeA) mengandung asiatcoside, madecaaic acid dan asiatic acid yang mempercepat pematangan scar dengan menghasilkan kolagen tipe 1. Dimana dapat menurunkan reaksi inflamasi dan produksi myofibroblast yang menjadi penyebab pertumguhan jaringan kulit berlebihan.
Setiap jenis obat mempunyai efek samping. Tapi hal ini sangat jarang. Yang pernah dilaporkan adalah terjadinya fotosensitif, dermatitis dan rasa panas pada tempat pemakaian.
Cara pemakaiannya adalah dioleskan pada luka 1 sampai 2 kali sehari. Hasil pengobatan ini akan tampak setelah 4 minggu.
Mudah mudahan tidak akan t5imbul keloid dikemudian hari.
Tuesday, June 16, 2009
OTITIS MEDIA
Comparison of the effectivity between ciprofloxacin drop 0.3 % and chloramphenicol 3 % inthe management of active benign chronic otitis media
The purpose of the study is determine the effectivity of ciprofloxacin 0.3% compared with chloramphenicol 3%. Subject were ambulatory patien at the EMT Departement of Dr. Sarjito General Hospital, Yogyakarta between February and September 1999. Subject were active benign chrinic otitis media patients and they were devided into 2 groups, ciprofloxacin group and chloramphenicol group (each 43 patien)
The purpose of the study is determine the effectivity of ciprofloxacin 0.3% compared with chloramphenicol 3%. Subject were ambulatory patien at the EMT Departement of Dr. Sarjito General Hospital, Yogyakarta between February and September 1999. Subject were active benign chrinic otitis media patients and they were devided into 2 groups, ciprofloxacin group and chloramphenicol group (each 43 patien)
Thursday, June 11, 2009
COMBUSTIO
LUKA BAKAR
Seringkali luka bakar derajat ringan dianggap hal sepele. padahal kulit yang terkelupas merupakan pintu masuk bagi bakteri, virus maupun jamur patogen. Akibat kulit terkelupas, maka fungsi utama kulit sebagai pelindung/perisai tidak ada lagi. sekecil apapun luka, harus dirawat dengan sungguh-sungguh.
Perawatan awal.
Bersihkan luka menggunakan cairan infus atau aquabides pada keadaan emergency. buang kulit yang kotor, mati atau terkelupas. Selanjutnya berikan salep/cream yangmengandung silver sulfadiazin.
SILVER SULPHADIAZIN (SS)
SS as a topical antimicrobial. SS have widely antibacterial effect for gram positive and gram negative microorganism.
SS is indicated for prevention and treatment of septic wound in second and third degree burned patien.
SS to be use after cleaning and debriding of wound, cream is applied with a sterile glove to the burned surface. twice daily with thickness. Continued until satisfactory healing has occured.
SIDE EFFECT
*local reaction, such as burning, itchy & eritematous skin
*leukopenia
*hepatitis & hepatocellular necrosis
Contra Indication
*Pregnanci last trimester
*New born infant
*Hypersensitive
Seringkali luka bakar derajat ringan dianggap hal sepele. padahal kulit yang terkelupas merupakan pintu masuk bagi bakteri, virus maupun jamur patogen. Akibat kulit terkelupas, maka fungsi utama kulit sebagai pelindung/perisai tidak ada lagi. sekecil apapun luka, harus dirawat dengan sungguh-sungguh.
Perawatan awal.
Bersihkan luka menggunakan cairan infus atau aquabides pada keadaan emergency. buang kulit yang kotor, mati atau terkelupas. Selanjutnya berikan salep/cream yangmengandung silver sulfadiazin.
SILVER SULPHADIAZIN (SS)
SS as a topical antimicrobial. SS have widely antibacterial effect for gram positive and gram negative microorganism.
SS is indicated for prevention and treatment of septic wound in second and third degree burned patien.
SS to be use after cleaning and debriding of wound, cream is applied with a sterile glove to the burned surface. twice daily with thickness. Continued until satisfactory healing has occured.
SIDE EFFECT
*local reaction, such as burning, itchy & eritematous skin
*leukopenia
*hepatitis & hepatocellular necrosis
Contra Indication
*Pregnanci last trimester
*New born infant
*Hypersensitive
Label:
combustio,
infeksi,
luka bakar,
silver sulphadiazine,
zink sulfat
Wednesday, June 10, 2009
PREGNAN
KEHAMILAN
Tanda dan gejala kehamilan
1. Amenore/tdk menstruasi
2. Nausea/mual
3. pingsan
4. payudara tegang dan membesar
5. Anoreksia/taknfsu makan
6. Sering buang air kecil
7. Obstipasi/susah BAB
8. Pigmentasi kulit hidung, pipi, & dahi
9. Epulis /hipertrofi papila ginggiva
10. Varises daerah genital eksterna, fosa poplitea, kaki& betis
11. Tanda hegar = hipertrofi isthmus, lunak & panjang
12. Tanda Chadwick = vagina dan vulva lebih merah, agak kebiruan
13. TandaPicaseck = uterus membesar kesatu arah sehingga jelas menonjol
14. Tanda Braxton-Hicks = uterus mudah berkontraksi jika dirangsang
15. Suhu basal tetap tinggi. 37,2 - 37,8
DIAGNOSA PASTI KEHAMILAN
1. Dapat diraba& dikenali bagian janin
2. Dapat didengar denyut jantung janin
3. Dapat dirasakan gerak janin dan ballotement
4. Pada rotngen tampak kerangka janin
5. Dapat terlihat bagian janin pada USG
bukusaku M.Rahman
Tanda dan gejala kehamilan
1. Amenore/tdk menstruasi
2. Nausea/mual
3. pingsan
4. payudara tegang dan membesar
5. Anoreksia/taknfsu makan
6. Sering buang air kecil
7. Obstipasi/susah BAB
8. Pigmentasi kulit hidung, pipi, & dahi
9. Epulis /hipertrofi papila ginggiva
10. Varises daerah genital eksterna, fosa poplitea, kaki& betis
11. Tanda hegar = hipertrofi isthmus, lunak & panjang
12. Tanda Chadwick = vagina dan vulva lebih merah, agak kebiruan
13. TandaPicaseck = uterus membesar kesatu arah sehingga jelas menonjol
14. Tanda Braxton-Hicks = uterus mudah berkontraksi jika dirangsang
15. Suhu basal tetap tinggi. 37,2 - 37,8
DIAGNOSA PASTI KEHAMILAN
1. Dapat diraba& dikenali bagian janin
2. Dapat didengar denyut jantung janin
3. Dapat dirasakan gerak janin dan ballotement
4. Pada rotngen tampak kerangka janin
5. Dapat terlihat bagian janin pada USG
bukusaku M.Rahman
Label:
diagnosa,
hamil,
kehamilan,
pregnan,
tanda kehamilan
Saturday, June 6, 2009
Menu Balita
CONTOH MENU SATU HARI U / BALITA
WAKTU HIDANGAN JUMLAH
Pagi Nasi goreng 6 sdm
Telur dadar 1 btr
Timun + tomat 1 iris + 1 iris
Jam 10.00
Serabi 1 bh
Joes pepaya 100 cc
Siang
Nasi 6 sdm
Tahu sifon 1 ptg
Semur ayam suir 2 sdm
Sup / setup sayuran 1 sdm
Jam16.00
Sup singkong 1 mgk
Sore
Nasi 6 sdm
Botok ayam cetak 1 bh
Tahu balut telur 1 bh
Sup sayuran 2 sdm
Jam 20.00
Bolu kukus 1 bh sedang
susu 100 cc
WAKTU HIDANGAN JUMLAH
Pagi Nasi goreng 6 sdm
Telur dadar 1 btr
Timun + tomat 1 iris + 1 iris
Jam 10.00
Serabi 1 bh
Joes pepaya 100 cc
Siang
Nasi 6 sdm
Tahu sifon 1 ptg
Semur ayam suir 2 sdm
Sup / setup sayuran 1 sdm
Jam16.00
Sup singkong 1 mgk
Sore
Nasi 6 sdm
Botok ayam cetak 1 bh
Tahu balut telur 1 bh
Sup sayuran 2 sdm
Jam 20.00
Bolu kukus 1 bh sedang
susu 100 cc
Thursday, May 21, 2009
HERNIA RESIDIF
HERNIA RESIDIF
Hernia lipat paha merupakan kasus yang sering dijumpai pada masysrakat. Hernia lebih banyak dijumpai pada pria daripada wanita. Tidak terdapat perbedaan bermakna mengenai letak hernia kiri atau kanan.
Beberapa faktor penyebab berperan pada lemahnya pintu masuk hernia yang cukup lebar sehingga dapat dilalui oleh kantong dan isi hernia. Disamping itu, diperlukan juga faktor yang mendorong isi hernia melewati pintu tersebut.
Pada prinsipnya hernia dapat dijumpai pada setiap usia, tetapi kejadian itu meningkat dengan bertambahnya umur.. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah yang menyababkan meningkatnya tekanan intra abdominal, misalnya oleh batuk kronik, pembesaran prostate, konstipasi dan asites. Faktor usia, kekuatan jaringan penunjang menjadi berkurang. Demikian juga factor pekerjaan.Terkadang terjadi kekambuhan setelah operasi hernia ini. Angka kejadian bervariasi antara 1-5 %. Timbulnya kekambuhan ini menjadi permasalahan dalam penanganan operasi hernia. Timbulnya kekambuhan setelah sekian lama pasca operasi biasanya terjadi akibat adanya kerusakan jaringan daerah operasi, karena penipisan fascia ataupun infeksi luka operasi.
Kenaikan tekanan intra abdominal karena batuk kronis, susah buang air kecil, sembelit, asites serta ketegangan penjahitan maupun kekurangan dalam menutup lubang hernia juga merupakan penyebab kekambuhan, Jika terdapat penyakit penyerta seperti ini, perlu mendapatkan penanganan untuk mengurangi kekambuhan.
Tidak ada tehnik operasi yang menjamin bahwa tidak akan terjadi kekambuhan. Untuk mengurangi terjadinya tegangan pada saat melakukan operasi hernia dan menghindari kerusakan pada jaringan, dilakukan plasti dari bahan sintetis yaitu mesh. Keuntungan memakai mesh ini antara lain : aman, terutama pada pasien dengan penyakit kronis, efektif dan kuat dan nyeri pasca operasi menimal.
Oleh Nasrudin dr, Sp.B
Hernia lipat paha merupakan kasus yang sering dijumpai pada masysrakat. Hernia lebih banyak dijumpai pada pria daripada wanita. Tidak terdapat perbedaan bermakna mengenai letak hernia kiri atau kanan.
Beberapa faktor penyebab berperan pada lemahnya pintu masuk hernia yang cukup lebar sehingga dapat dilalui oleh kantong dan isi hernia. Disamping itu, diperlukan juga faktor yang mendorong isi hernia melewati pintu tersebut.
Pada prinsipnya hernia dapat dijumpai pada setiap usia, tetapi kejadian itu meningkat dengan bertambahnya umur.. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah yang menyababkan meningkatnya tekanan intra abdominal, misalnya oleh batuk kronik, pembesaran prostate, konstipasi dan asites. Faktor usia, kekuatan jaringan penunjang menjadi berkurang. Demikian juga factor pekerjaan.Terkadang terjadi kekambuhan setelah operasi hernia ini. Angka kejadian bervariasi antara 1-5 %. Timbulnya kekambuhan ini menjadi permasalahan dalam penanganan operasi hernia. Timbulnya kekambuhan setelah sekian lama pasca operasi biasanya terjadi akibat adanya kerusakan jaringan daerah operasi, karena penipisan fascia ataupun infeksi luka operasi.
Kenaikan tekanan intra abdominal karena batuk kronis, susah buang air kecil, sembelit, asites serta ketegangan penjahitan maupun kekurangan dalam menutup lubang hernia juga merupakan penyebab kekambuhan, Jika terdapat penyakit penyerta seperti ini, perlu mendapatkan penanganan untuk mengurangi kekambuhan.
Tidak ada tehnik operasi yang menjamin bahwa tidak akan terjadi kekambuhan. Untuk mengurangi terjadinya tegangan pada saat melakukan operasi hernia dan menghindari kerusakan pada jaringan, dilakukan plasti dari bahan sintetis yaitu mesh. Keuntungan memakai mesh ini antara lain : aman, terutama pada pasien dengan penyakit kronis, efektif dan kuat dan nyeri pasca operasi menimal.
Oleh Nasrudin dr, Sp.B
Subscribe to:
Posts (Atom)
