MENGENAL IRAMA HENTI JANTUNG 2
PEA (pulseles electric activity
Dalam bahasa indonesia dikenal sebagai aktivitas listrik tanpa denyut.
pATOFISIOLOGI:
Impuls konduksi jantung terjadi dalam pola yang teratur namun tidak menghasilkan konstraksi miokard ( dulu disebut sebagai disosiasi elektromekanis) atau pengisisan ventrikel yang tidak memadai pada saat diastole, atau kontraksi yang tidak efektif.
KRITERIA PENENTUAN BERDASARKAN EKG
* irama menunjukkan aktivitas listrik yang teratur (bukan VF/VT tanpa denyut.
* Umumnya tidak seteratur sinus normal
* Dapat sempit (QRS < 0,01 mm) tatau lebar (QRS > 0,12 mm), Cepat ( > 100 x/mnt) atau lambat (< 60 x/mnt)
* Dapat sempit (etiologi non jantung) atau lebar (etiologi jantung), dan dapat lambat (etiologi jantung) atau cepat (etiologi non jantung)
MANIFESTASI KLINIS
# Jatuh pingsan dan tidak ada respon
# megap megap, sulit bernafas atau apneu.
# tidak ada denyut yang dapat dideteksi melalui palpasi (adanya tekanan darah yang sangat rendahmasih mungkin terjadi pada kasus yang disebut pseudo-PEA
ETIOLOGI YANG LAZIM
Hafalan H dan T
* Hipovolemia
* Hipoksia
* Hidrogen ion / asidosis
* Hipokalemia
* Hiperkalemia
* Hipoglikemia
* Hipotermia
* Toksin (obat)
* Tamponade jantung
* Tension pneumo thorax
* Trombosis /SKA
* Trauma
Wednesday, June 9, 2010
Friday, June 4, 2010
EKG ACLS
MENGENAL IRAMA HENTI JANTUNG 1
Irama EKG pada pasien yang mengalami henti jantung adalah:
1. Fibrilasi ventrikuler (VF)/ Takikardia vebtrikuler (VT) tanpa denyut
2. Aktivitas listrik tanpa denyut/ pulseles electric activity (PEA)
3. Asistol
Penjelasan:
FIBRILASI VENTRIKULER
patofisiologi
Ventrikel terdiri dari beberapa daerah miokard normal yang disewlingi oleh daerah miokard yang iskemik, ceder atau infark, yang dapat menyebabkan terjadinya pola depolarisasi dan repolarisasi ventrikel yang tiodak sinkron dan kacau.
Tanpa adanya depolarisasi vebtrikel yang teratur, ventrikel tidak dapat berkontraksi sebagai satu kesatuan dan mereka tidak menghasilkan keluaran jantung (cardiac output). Jantung hanya menggigil/gemetar dan tidak memompa darah.
Kriteria EKG:
# Nilai komples QRS: tidak dapat ditentukan, tidak ada gelombang P, QRS atau T yang dapat dikenali. Gelombang pada garis dasar terjadi antara 150 - 500 per menit.
# Irama : Tidak dapat ditentukan, pola pembelokan naik (puncak) dan turun (palung) yang tajam
# Amplitudo : diukur dari puncak ke palung, biasanya digunakan secara subjektif untuk menggambarkan VF sebagai VF halus ( puncak ke palung 2-5 mm), sedang (5-10 mm), sangat kasar ( >15 mm)
Manifestasi klinis :
* Denyut menghilang dengan dimulainya VF, ( denyut dapat menghilang sebelum dimulainya VF bila suatu pertanda yang lazim bagi VF (VT cepat) terjadi sebelum VF)
* jatuh pingsan, tidak dapat memberi respon
* megap megap, sangat sulit bernafas
Mulai terjadi kematian yang reversible
Etiologi yang lazim
* Sindroma koronewr akut (SKA) yang menyebabkan daerah yang iskemik pada miokard
* VT stabil hingga tak stabil yang tak diobati
* Kompleks vebtrikel prematur/ premature ventrikcular complexes (PVCs) dengan fenomena R on T
* Beberapa obat, elektrolit, atau ketidaknormalan asam-basa yang memperpanjang periode refrakter relatif
* Perpanjangan QT primer atau sekunder
* Kematian karena listrik (elektrocution), hipoksia, dll
Irama EKG pada pasien yang mengalami henti jantung adalah:
1. Fibrilasi ventrikuler (VF)/ Takikardia vebtrikuler (VT) tanpa denyut
2. Aktivitas listrik tanpa denyut/ pulseles electric activity (PEA)
3. Asistol
Penjelasan:
FIBRILASI VENTRIKULER
patofisiologi
Ventrikel terdiri dari beberapa daerah miokard normal yang disewlingi oleh daerah miokard yang iskemik, ceder atau infark, yang dapat menyebabkan terjadinya pola depolarisasi dan repolarisasi ventrikel yang tiodak sinkron dan kacau.
Tanpa adanya depolarisasi vebtrikel yang teratur, ventrikel tidak dapat berkontraksi sebagai satu kesatuan dan mereka tidak menghasilkan keluaran jantung (cardiac output). Jantung hanya menggigil/gemetar dan tidak memompa darah.
Kriteria EKG:
# Nilai komples QRS: tidak dapat ditentukan, tidak ada gelombang P, QRS atau T yang dapat dikenali. Gelombang pada garis dasar terjadi antara 150 - 500 per menit.
# Irama : Tidak dapat ditentukan, pola pembelokan naik (puncak) dan turun (palung) yang tajam
# Amplitudo : diukur dari puncak ke palung, biasanya digunakan secara subjektif untuk menggambarkan VF sebagai VF halus ( puncak ke palung 2-5 mm), sedang (5-10 mm), sangat kasar ( >15 mm)
Manifestasi klinis :
* Denyut menghilang dengan dimulainya VF, ( denyut dapat menghilang sebelum dimulainya VF bila suatu pertanda yang lazim bagi VF (VT cepat) terjadi sebelum VF)
* jatuh pingsan, tidak dapat memberi respon
* megap megap, sangat sulit bernafas
Mulai terjadi kematian yang reversible
Etiologi yang lazim
* Sindroma koronewr akut (SKA) yang menyebabkan daerah yang iskemik pada miokard
* VT stabil hingga tak stabil yang tak diobati
* Kompleks vebtrikel prematur/ premature ventrikcular complexes (PVCs) dengan fenomena R on T
* Beberapa obat, elektrolit, atau ketidaknormalan asam-basa yang memperpanjang periode refrakter relatif
* Perpanjangan QT primer atau sekunder
* Kematian karena listrik (elektrocution), hipoksia, dll
Tuesday, March 16, 2010
HEMODIALISA ASKES
Dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap pasien hemodialisa. Maka mulai tanggal 1 maret 2010, unit hemodialisa rumah sakit islam sunan kudus melayani pasien askes.
Thursday, February 4, 2010
TRAUMA KEPALA

Trauma kepala merupakan kejadian yang paling menonjol pada kasus kecelakaan. Jenis trauma kepala yang sering terjadi adalah VE, VL, hematom, EDH, SDH, fraktur impresi, fisure, dan yang dapat menimbulkan kematian mendadak seperti fraktur basis cranii dan pecahkan cranial.
Dalam kasus kecelakaan lalulintas juga sering dijumpai epistaksis, fraktur os nasale, perdarahan telinga dan ruptura bulbi.
Pada kasus ini yang kami tampilkan adalah VL pada kepala yang sangat luas sampai terjadi flaping pada kulit kepala.
Penanganan kasus seperti ini hampir sama dengan kasus yang lain. Pertama pasien masuk adalah kita nilai GCS dan ABC-nya. Untuk sedetik dua detik, abaikan dulu luka yang tampak. Walaupun kelihatannya menyeramkan (lukanya), tapi yang terpenting adalah ABC-nya. Tindakan kita merawat luka akan sia-sia belaka jika ternyata pasien tak bernafas atau tidak ada HR-nya.
Jika air way teratasi, breathing teratasi segera periksa sirkulasi. Perdarahan hebat atau nyeri hebat dapat menyebabkan shock pada pasien. Segera pasang infus line dan berikan resusitasi cairan sesuai dengan banyaknya jumlah darah yang hilang sampai shock teratsi.
Setelah ABC ok, baru kita melakukan tindakan perawatan luka.
Berikan desinfektan daerah sekitar luka dan suntikkan anestesi lokal. Jika kasus luka ringan, maka dapat langsung dilakukan WTHT (wound toilet dan hecting). Sedangkan pada luka yang luas disertai flaping seperti pada gambar, maka yang bisa kita lakukan di UGD adalah anestesi lokal, bersihkan luka dan jahitan sementara. Selanjutnya konsul kedokter spesialis bedah untuk dilakukan tindakan lebih lanjut, karena proses membersihkan luka dan penjahitan yang luas akan banyak memakan waktu dan jumlah lidokain yang banyak. Kita tidah pernah menggunakan lidokain lebih dari 1o ampul untuk seorang pasien pertindakan. (jika ada rekan yang punya rekomendasi jumlah/dosis lidokain, kasih tau aku ya.)
namun yang perlu dilakukan di UGD sebelum dan selama konsul adalah selalu menilai ABC, rawat luka dan berikan injeksi ATS.
Pembersihan dan perawatan luka sedini dan sebaik mungkin akan mencegah atau menurangi infeksi yang lebih luas yang mungkin dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas.
Sunday, January 31, 2010
GAS GANGREN

GAS GANGREN
Satu lagi kasus yang terjadi di UGD.
Pasien datang dengan keluhan 2 minggu kaki kiri bengkak, sekarang berbau tidak enak.
Gas gangren disebabkan oleh infeksi Clostridium Welchii (C. Perfringens). Spora dari C Welchii masuk ke dalam luka operasi pengidapnya. Selain itu, infeksi juga dapat terjadi pada penderita yang mengalami gangguan pembuluh darah yang menyebabkan iskemia. Diduga nekrosis jaringan yang menyebabakan keadaan anaeroblah yang merupakan factor penyebab.
Bila infeksi terbatas pada jaringan subkutan akan terjadi selulitis, radang jaringan, terutama jaringan subkutan anaerob. Umumnya infeksi meluas kejaringan otot, terjadi nekrosis otot yang progresif oleh eksotoxin. Karbohidrat otot dihancurkan oleh enzim sakarolitik sehingga terjadi gas hydrogen dan karbon dioksida serta asam laktat. Kemudian terjadi penyebaran infeksi sehingga tekanan dalam jaringan akan semakin besar, ini memperberat iskemik yang menyebabkan nekrosis lebih luas lagi. Pembengkakan makin hebat dengan cairan eksudat dan gas yang makin banayak. Mionekrosis atau nekrosis otot menjadi kunci diagnosis patologik.
Hal yang khas pada gangrene gas adalah bahwa infeksi ini tidak pernah mengalami penyebaran hematogen dan atau sedikit sekali membentuk nanah.
Keadaan yang dapat memacu timbulnya gangguan peredaran darah local atau hipoksemia dan iskemik setempat penyebab gangrene :
1.Cedera jaringan lunak
2.benda asing, hematom atau nekrotik pada luka
3.luka akibat peluru berkecepatan tinggi
4.patah tulang komplikata
5.luka dengan kontaminasi dalam
6.Penutupan/gangguan peredaran darah local (traumatic, tourniquet, operasi)
7.abortus provokatus
8.gips atau pembalut yang terlalu kuat
9.pasca bedah.
Thursday, January 28, 2010
GANGUAN MAKAN
Anoreksia Nervosa
Ciri khas gangguan adalah mengurangi berat badan dengan sengaja, dipacu dan atau dipertahankan oleh penderita.
Untuk diagnosa yang pasti diperlukan semua hal berikut ini :
1.Berat badan tetap dipertahankan 15 % dibawah yang seharusnya (baik yang berkurang atau pun yang belum pernah tercapai) atau “Quetelet’s body mass index” adalah 17,5 atau kurang (QBM= berat(kg) / tinggi (m)2) Pada penderita pra pubertas bias saja gagal mencapai berat badan yang diinginkan selama periode pertumbuhan.
2.Berkurangnya berat badan dilakukan sendiri dengan menghindarkan makanan yang mengandung lemak dan salah satu atau lebih dari hal hal berikut ini :
•merangsang muntah oleh diri sendiri
•mengunsksn pencahar atau urus urus
•olah raga berlebihan
•memakai obat penekan nafsu makan dan/ atau diuretika
3.terdapat distorsi ‘body-image” dalam bentuk psikopatologi yang spesifik dimana ketakutan gemuk terus menerus menyerang penderita, penilaian berlebihan terhadap berat badan yang rendah
4.Adanya gangguan endokrin yang meluas , melibatkan “hipotalamik-pituitari-gonadal axis”, dengan manifestasi pada wanita dengan amenorhe dan pada pria sebagai hilangnya minat dan potensi seksual. 9 suatu kekecualian adalah perdarahan vagina yang menetap pada wanita yang anoreksia yang menerima terapi hormone, umumnya dalam bentuk pil kontrasepsi. Juga dapat terjadi kenaikan hormone pertumbuhan, naiknya kadar kolesterol, perubahan metabolisme peripheral dari hormone tiroid, dan sekresi insulin abnormal.
5. Jika onset terjadinya pada masa pra pubertas, perkembangan pubertas tertunda, atau dapat juga tertahan (pertumbuhan terhenti, pada anak perempuan buah dadanya tidak berkembang dan terdapat amenore primer; pada anak laki-laki genitalnya tetap kecil.). pada penyembuhan pubertas kembali normal, tetapi menarche terlambat.
Ciri khas gangguan adalah mengurangi berat badan dengan sengaja, dipacu dan atau dipertahankan oleh penderita.
Untuk diagnosa yang pasti diperlukan semua hal berikut ini :
1.Berat badan tetap dipertahankan 15 % dibawah yang seharusnya (baik yang berkurang atau pun yang belum pernah tercapai) atau “Quetelet’s body mass index” adalah 17,5 atau kurang (QBM= berat(kg) / tinggi (m)2) Pada penderita pra pubertas bias saja gagal mencapai berat badan yang diinginkan selama periode pertumbuhan.
2.Berkurangnya berat badan dilakukan sendiri dengan menghindarkan makanan yang mengandung lemak dan salah satu atau lebih dari hal hal berikut ini :
•merangsang muntah oleh diri sendiri
•mengunsksn pencahar atau urus urus
•olah raga berlebihan
•memakai obat penekan nafsu makan dan/ atau diuretika
3.terdapat distorsi ‘body-image” dalam bentuk psikopatologi yang spesifik dimana ketakutan gemuk terus menerus menyerang penderita, penilaian berlebihan terhadap berat badan yang rendah
4.Adanya gangguan endokrin yang meluas , melibatkan “hipotalamik-pituitari-gonadal axis”, dengan manifestasi pada wanita dengan amenorhe dan pada pria sebagai hilangnya minat dan potensi seksual. 9 suatu kekecualian adalah perdarahan vagina yang menetap pada wanita yang anoreksia yang menerima terapi hormone, umumnya dalam bentuk pil kontrasepsi. Juga dapat terjadi kenaikan hormone pertumbuhan, naiknya kadar kolesterol, perubahan metabolisme peripheral dari hormone tiroid, dan sekresi insulin abnormal.
5. Jika onset terjadinya pada masa pra pubertas, perkembangan pubertas tertunda, atau dapat juga tertahan (pertumbuhan terhenti, pada anak perempuan buah dadanya tidak berkembang dan terdapat amenore primer; pada anak laki-laki genitalnya tetap kecil.). pada penyembuhan pubertas kembali normal, tetapi menarche terlambat.
Wednesday, January 20, 2010
DISFUNGSI SEKSUAL PADA WANITA
Disfungsi Seksual Pada Wanita
Apakah disfungsi seksual?
Yaitu keadaan dimana seorang wanita memiliki gangguan dengan aktivitas seksualnya.
Macam disfungsi seksual pada wanita:
1.Desire disorder : yaitu jika seorang wanita tak tertarik sama sekali untuk melakukan kegiatan seksual atau hanya ada sedikit hasrat walaupun ada rangsangan seksual yang kuat.
2.Arousal disorder yaitu jika seorang wanita tak dapat merasakan sensasi seksual walaupun ada rangsangan pada tubuhnya. Atau ada rangsangan tetapi tidak dapat bertahan lama.
3.Organic disorder yaitu keadaan dimana ada keinginan dan hasrat seksual tetapi tidak dapat mencapai orgasme atau bahkan merasa kesakitan saat mendekati orgasme.
4.Seksual pain disorder yaitu merasakan sakit saat melakukan hubungan seksual.
Penyebab dari gangguan ini sangat bermacam macam. Dapat karena gangguan fisik maupun psikis. Diantaranya adalah :
1.Pengaruh obat-obatan, missal KB, kemoterapi
2.Penyakit, missal diabetes , hipertensi
3.Infeksi vagina
4.Peminum alcohol
5.Depresi
6.Masalah keluarga
7.KDRT
Hal yang sering mempengaruhi hasrat seksual menurun diantaranya adalah Kehamilan, laktasi, dan menopause. Selain itu factor kecapaian akibat kerja juga berpengaruh terhadap penurunan hasrat seksual.
Penanganan
Penanganan tergantung dari causanya.
1.jika karena kebosanan maka dapat dicoba dengan melakukan perubahan rutinitas seksual. Jika biasanya dilakukan pada malam hari, maka dapat dicoba pagi hari atau siang hari dengan waktu yang berubah – ubah. Bisa juga dengan mencari atau mencoba “variasi” posisi baru.
2.Pada kasus arousal disorder, gangguana biasanya disebabkan karena keringnya vagina, sehingga lubrikasi saat berhubungan seksual kurang optimal. Hal ini dapat diatasi dengan pemakaian cream vagina atau sexual lubricant. Pada kasus menopause dapat memakai cream estrogen.
3.Pada kasus orgasme problem, hal yang harus diatasi pertama kali adalah tentang psikisnya. Kondisi relaks harus tercipta sebelum melakukan aktivitas seksual. Cara lain untuk mengatasi orgasme disorder adalah melakukan lebih banyak “foreplay” sebelum terjadi penetrasi. Melakukan stimulasi terhadap clitoris juga dianjurkan untuk mencapai orgasme, bahkan bias dipakai vibrator sebagai alat bantu, namun vibrator ini bukan pilihan utama. Cara lain adalah dengan masturbasi, namun hal ini masih terbentur masalah moral religius.
4.Untuk mengatasi masalah pain during sex atau rasa sakit selama hubungan seksual dapat dicoba dengan mencoba “gaya” lain yang dirasa nyaman untuk wanita. Biasanya posisi wanita diatas akan dappat menghilangkan rasa sakit selama hubungan seksual,. Hal ini karena pada posisi diatas, wanita dapat mengontrol penetrasi penis terhadap vagina baik intensitasnya, arah gerakan maupun kekuatannya. Wanita yang memiliki masalah pain during sexs sebaiknya mengosongkan kandung kemihnya sebelum berhubungan (BAK). Tetapi pada beberapa wanita, justru menahan BAK saat akan melakukan hubungan seksual, karena akan mampu mempercepat pencapaian orgasme.
5.Pada kasus pain during seks karena menopause atau post operasi angkat kandungan, maka hormone estrogen akan dapat membantu, juga cream lubricant.
6.Beberapa cara untuk meningkatkan aktivitas seksual diantaranya adalah dengan :
Viagra hati –hati efek samping
Fantasi selama hubungan seksual
Kenali G-spot anda dan pasangan
Hilangkan rasa sungkan untuk mengatakan “lebih cepat” atau “lebih keras” pada pasangan anda saat G spot anda disentuh
Latihan kegel dan relaksasi
Kejujuran pada pasangan tentang keinginan anda untuk melakukan variasi posisi
semoga membantu
Apakah disfungsi seksual?
Yaitu keadaan dimana seorang wanita memiliki gangguan dengan aktivitas seksualnya.
Macam disfungsi seksual pada wanita:
1.Desire disorder : yaitu jika seorang wanita tak tertarik sama sekali untuk melakukan kegiatan seksual atau hanya ada sedikit hasrat walaupun ada rangsangan seksual yang kuat.
2.Arousal disorder yaitu jika seorang wanita tak dapat merasakan sensasi seksual walaupun ada rangsangan pada tubuhnya. Atau ada rangsangan tetapi tidak dapat bertahan lama.
3.Organic disorder yaitu keadaan dimana ada keinginan dan hasrat seksual tetapi tidak dapat mencapai orgasme atau bahkan merasa kesakitan saat mendekati orgasme.
4.Seksual pain disorder yaitu merasakan sakit saat melakukan hubungan seksual.
Penyebab dari gangguan ini sangat bermacam macam. Dapat karena gangguan fisik maupun psikis. Diantaranya adalah :
1.Pengaruh obat-obatan, missal KB, kemoterapi
2.Penyakit, missal diabetes , hipertensi
3.Infeksi vagina
4.Peminum alcohol
5.Depresi
6.Masalah keluarga
7.KDRT
Hal yang sering mempengaruhi hasrat seksual menurun diantaranya adalah Kehamilan, laktasi, dan menopause. Selain itu factor kecapaian akibat kerja juga berpengaruh terhadap penurunan hasrat seksual.
Penanganan
Penanganan tergantung dari causanya.
1.jika karena kebosanan maka dapat dicoba dengan melakukan perubahan rutinitas seksual. Jika biasanya dilakukan pada malam hari, maka dapat dicoba pagi hari atau siang hari dengan waktu yang berubah – ubah. Bisa juga dengan mencari atau mencoba “variasi” posisi baru.
2.Pada kasus arousal disorder, gangguana biasanya disebabkan karena keringnya vagina, sehingga lubrikasi saat berhubungan seksual kurang optimal. Hal ini dapat diatasi dengan pemakaian cream vagina atau sexual lubricant. Pada kasus menopause dapat memakai cream estrogen.
3.Pada kasus orgasme problem, hal yang harus diatasi pertama kali adalah tentang psikisnya. Kondisi relaks harus tercipta sebelum melakukan aktivitas seksual. Cara lain untuk mengatasi orgasme disorder adalah melakukan lebih banyak “foreplay” sebelum terjadi penetrasi. Melakukan stimulasi terhadap clitoris juga dianjurkan untuk mencapai orgasme, bahkan bias dipakai vibrator sebagai alat bantu, namun vibrator ini bukan pilihan utama. Cara lain adalah dengan masturbasi, namun hal ini masih terbentur masalah moral religius.
4.Untuk mengatasi masalah pain during sex atau rasa sakit selama hubungan seksual dapat dicoba dengan mencoba “gaya” lain yang dirasa nyaman untuk wanita. Biasanya posisi wanita diatas akan dappat menghilangkan rasa sakit selama hubungan seksual,. Hal ini karena pada posisi diatas, wanita dapat mengontrol penetrasi penis terhadap vagina baik intensitasnya, arah gerakan maupun kekuatannya. Wanita yang memiliki masalah pain during sexs sebaiknya mengosongkan kandung kemihnya sebelum berhubungan (BAK). Tetapi pada beberapa wanita, justru menahan BAK saat akan melakukan hubungan seksual, karena akan mampu mempercepat pencapaian orgasme.
5.Pada kasus pain during seks karena menopause atau post operasi angkat kandungan, maka hormone estrogen akan dapat membantu, juga cream lubricant.
6.Beberapa cara untuk meningkatkan aktivitas seksual diantaranya adalah dengan :
Viagra hati –hati efek samping
Fantasi selama hubungan seksual
Kenali G-spot anda dan pasangan
Hilangkan rasa sungkan untuk mengatakan “lebih cepat” atau “lebih keras” pada pasangan anda saat G spot anda disentuh
Latihan kegel dan relaksasi
Kejujuran pada pasangan tentang keinginan anda untuk melakukan variasi posisi
semoga membantu
Subscribe to:
Posts (Atom)
